KTT Belt and Road Hong Kong Himpun 6.200 Pemimpin Global

ED
PN
Sabtu, 12 September 2026 | 08:49 WIB
Bagikan
KTT Belt and Road Hong Kong Himpun 6.200 Pemimpin Global

VISI.NEWS — Lebih dari 6.200 pemimpin politik dan bisnis dari lebih dari 70 negara dan wilayah berkumpul dalam Belt and Road Summit ke-11 yang digelar di Hong Kong Convention & Exhibition Centre pada 9–10 September 2026\. Pertemuan tersebut menjadi ajang bagi para pelaku usaha dan pemerintah untuk mencari peluang kerja sama baru serta mendorong pembangunan yang saling menguntungkan.

KTT yang mengusung tema “Advancing High-quality Development · Embarking on a New Journey” itu menghasilkan lebih dari 60 nota kesepahaman atau Memoranda of Understanding (MoU) dan perjanjian kerja sama bilateral. Jika digabungkan dengan berbagai proyek dan kesepakatan bisnis baru yang telah diselesaikan sebelum dan selama penyelenggaraan KTT, nilai keseluruhannya mencapai lebih dari US$3,1 miliar.

Belt and Road Summit diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong sejak 2016. Forum tersebut terus diposisikan sebagai salah satu platform bisnis dan investasi utama bagi partisipasi Hong Kong dalam Belt and Road Initiative (BRI).

Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee mengatakan BRI merupakan cetak biru bersama untuk masa depan yang berakar pada sejarah panjang kolaborasi lintas budaya.

Menurutnya, posisi Hong Kong yang mempertemukan kepentingan Timur dan Barat memberikan keunggulan dalam mempertemukan modal, talenta, perusahaan, serta peluang bisnis dari berbagai kawasan.

“Hong Kong, as a place where East meets West, is where capital, talent, businesses and opportunities converge. In addition to strengthening our relations with traditional partners, Hong Kong continues to expand our network of friends along the Belt and Road,” kata John Lee.

Dalam dua hari penyelenggaraan, para pemimpin pemerintahan dan dunia usaha membahas berbagai bidang kerja sama, mulai dari perdagangan dan bisnis, layanan hukum, teknologi hijau, logistik, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga pengembangan kekuatan produktif baru.

Pembahasan tersebut mencerminkan perubahan lanskap ekonomi global yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi, transformasi rantai pasok, kebutuhan terhadap energi dan teknologi ramah lingkungan, serta meningkatnya peran AI dalam kegiatan ekonomi.

Forum juga mengeksplorasi berbagai peluang baru dalam perdagangan, investasi, dan pembangunan di negara-negara yang berada di sepanjang jalur BRI maupun kawasan lainnya. Perhatian khusus diberikan kepada ASEAN, Asia Tengah, dan Timur Tengah.

Dalam konteks tersebut, Hong Kong berupaya memperkuat perannya sebagai “super connector” dan “super value-adder”, yakni sebagai penghubung antara perusahaan, modal, pasar, dan berbagai sumber daya dari China Daratan dengan pasar internasional.

Peran tersebut juga didukung oleh aktivitas diplomasi ekonomi yang dilakukan pemerintah Hong Kong. John Lee sebelumnya telah memimpin delegasi bisnis tingkat tinggi untuk menjajaki peluang di 13 negara Belt and Road yang berada di kawasan ASEAN, Timur Tengah, dan Asia Tengah.

Dari berbagai kunjungan tersebut, lebih dari 250 MoU dan perjanjian lainnya berhasil dicapai. Kesepakatan tersebut mencakup koordinasi kebijakan, perdagangan dan investasi, peningkatan konektivitas, serta dukungan bagi perusahaan yang ingin memperluas kegiatan bisnis.

Langkah tersebut menunjukkan fokus Hong Kong untuk membuka pasar baru, membangun kemitraan baru, serta memperkuat kerja sama ekonomi regional.

Belt and Road Summit tahun ini juga memperkenalkan tiga bagian khusus baru, yakni GoGlobal Chapter, Central Asia Chapter, dan Middle East Chapter.

GoGlobal Chapter dirancang sebagai platform terpadu bagi perusahaan China Daratan yang ingin memasuki pasar internasional. Melalui forum tersebut, perusahaan dapat melakukan pertukaran informasi sekaligus membangun koneksi dengan calon mitra bisnis di luar negeri.

Sementara itu, Central Asia Chapter dan Middle East Chapter menghadirkan pejabat pemerintah serta pemimpin bisnis dari masing-masing kawasan untuk memaparkan peluang investasi dan potensi kerja sama kepada peserta KTT.

Sekretaris Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi Pemerintah Hong Kong Algernon Yau mengatakan perubahan geopolitik, meningkatnya proteksionisme perdagangan, serta restrukturisasi rantai pasok global membuat ekspansi perusahaan ke luar negeri semakin penting.

“Businesses going global is no longer simply an option; it is an increasingly important strategy for Chinese Mainland enterprises to diversify risks, strengthen resilience and pursue new growth opportunities,” ujar Algernon Yau.

Menurutnya, ekspansi internasional dapat menjadi strategi bagi perusahaan China Daratan untuk mendiversifikasi risiko, memperkuat ketahanan bisnis, sekaligus mencari sumber pertumbuhan baru di tengah perubahan ekonomi global.

Selain agenda bisnis dan investasi, KTT tahun ini juga memperkuat peran institusi pendidikan tinggi Hong Kong. Untuk pertama kalinya, forum tersebut menghadirkan University Zone yang menampilkan kemampuan penelitian dan pengembangan atau R&D universitas-universitas Hong Kong.

Kawasan khusus tersebut juga memperlihatkan kemampuan institusi pendidikan tinggi dalam mengomersialisasikan hasil penelitian dan teknologi ke berbagai pasar di kawasan Belt and Road.

Kehadiran University Zone sekaligus memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat pendidikan internasional dan menunjukkan bahwa kerja sama BRI tidak hanya berkaitan dengan perdagangan dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, serta inovasi.

KTT ini juga memperkenalkan sesi Dialogue for Future untuk pertama kalinya. Sesi tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan di antara lembaga pemikir mengenai hubungan Belt and Road Initiative dengan kerja sama Asia-Pasifik di tengah perubahan lanskap global.

Dari sisi transaksi bisnis, kegiatan tersebut menghadirkan lebih dari 300 proyek investasi melalui Project Investment Session, Belt and Road Deal-Making, dan Exhibition Zones.

Penyelenggara juga memfasilitasi lebih dari 800 pertemuan bisnis secara tatap muka atau one-on-one deal-making meetings. Pertemuan tersebut dirancang untuk mempertemukan perusahaan dengan calon mitra dan membuka peluang kerja sama secara lebih langsung.

Besarnya jumlah peserta, nilai kesepakatan, serta proyek investasi yang dipamerkan menunjukkan tingginya perhatian pelaku bisnis terhadap peluang di kawasan Belt and Road dan pasar berkembang lainnya.

Bagi Hong Kong, forum tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan, keuangan, investasi, dan jasa profesional yang menghubungkan China Daratan dengan dunia internasional.

Perhatian terhadap ASEAN, Asia Tengah, dan Timur Tengah menjadi semakin penting seiring perubahan pola perdagangan dan investasi global. Kawasan-kawasan tersebut memiliki pasar yang berkembang, sumber daya strategis, serta kebutuhan investasi di berbagai sektor.

Melalui forum yang mempertemukan pemerintah dan dunia usaha, Hong Kong berupaya menyediakan ruang bagi perusahaan untuk memahami karakteristik pasar, menemukan mitra lokal, serta membangun kerja sama jangka panjang.

Dengan lebih dari 6.200 peserta dari lebih dari 70 negara dan wilayah, Belt and Road Summit ke-11 menegaskan kembali perannya sebagai forum penting untuk mempertemukan kepentingan bisnis dan pemerintah di tengah perubahan ekonomi dunia.

Nilai kesepakatan lebih dari US$3,1 miliar, lebih dari 300 proyek investasi, serta lebih dari 800 pertemuan bisnis menunjukkan bahwa agenda BRI di Hong Kong tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi diarahkan pada pembentukan kerja sama dan transaksi konkret.

Di tengah perubahan geopolitik, proteksionisme perdagangan, transformasi teknologi, dan pergeseran rantai pasok global, forum tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk mencari pasar baru sekaligus memperkuat ketahanan bisnis.

Bagi Hong Kong, pertemuan itu sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat perannya sebagai penghubung antara China Daratan, Asia, dan pasar global, dengan mengandalkan kekuatan di bidang keuangan, perdagangan, teknologi, pendidikan, serta layanan profesional.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.