KSPPM dan AMAN Tano Batak Menolak Kehadiran Earthworm Foundation Konsultan PT. Toba Pulp Lestari
VISI.NEWS | PARAPAT – KSPPM dan AMAN Tano Batak menolak kehadiran Earthworm Foundation (EF) sebagai konsultan PT. Toba Pulp Lestari (TPL). “Tindakan Earthworm yang mencatut nama LSM pendamping adalah contoh praktek buruk dan tidak profesional dalam proses pelibatan pemangku kepentingan. Praktek tersebut dapat membangun persepsi bahwa kegiatan Earthworm adalah atas persetujuan pendamping, dan bahkan dipersepsikan sebagai bagian dari kegiatan pendamping. Sehingga masyarakat berpotensi tidak memberikan informasi, pendapat dan posisi mereka sesungguhnya terhadap kegiatan dari Earthworm,” ungkap Rocky Pasaribu, juru bicara KSPPM dalam rilis yang diterima VISI.NEWS, Selasa (28/2/2023).
Pada Oktober 2022, katanya, Earthworm Foundation mengumumkan kerjasama dengan PT. Toba Pulp Lestari. Kerjasama tersebut meliputi penilaian terhadap kebijakan dan proses penanganan konflik sosial, serta merumuskan rekomendasi dan rencana tindakan perusahaan. "Alih-alih memperbaiki penanganan konflik, di lapangan, KSPPM dan AMAN Tano Batak justru menemukan kegiatan EF tidak sesuai dengan prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC). EF melakukan pertemuan dengan masyarakat secara tertutup dan mencatut nama KSPPM dan AMAN Tano Batak untuk melakukan pendekatan ke masyarakat. Bahkan, selama kegiatan penilaian oleh EF berlangsung, intimidasi masih dilakukan oleh kelompok masyarakat pendukung TPL terhadap komunitas Masyarakat Adat yang tidak setuju dengan kehadiran TPL karena merampas hutan kemenyan mereka. berjuang masih terjadi termasuk di komunitas Pargamanan-Bintang Maria, Natinggir, Nagasaribu Onan Harbangan, Sihaporas dan Dolok Parmonangan," paparnya.
Antara bulan Oktober sampai November 2022, lima komunitas masyarakat adat menginformasikan kepada KSPPM dan AMAN Tano Batak terkait kedatangan 2 (dua) orang yang mengenalkan diri sebagai perwakilan Earthworm Foundation. Mereka datang secara tiba-tiba ke kampung dan mengajak diskusi tanpa memberikan informasi diawal terkait maksud dan tujuan kedatangannya. EF juga tidak memberitahu KSPPM dan AMAN Tano Batak selaku LSM pendamping masyarakat tentang kunjungannya. Pada kunjungan tersebut, masyarakat melaporkan EF menyebut nama lembaga pendamping KSPPM dan AMAN Tano Batak dalam pertemuannya dengan masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!