Kritik Dibalas Teror, DJ Doni Lapor Polisi
VISI.NEWS | JAKARTA - Selebgram sekaligus DJ Ramon Doni Adam, yang lebih dikenal dengan nama DJ Doni, melaporkan aksi teror yang dialaminya ke Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025). Teror tersebut berupa pelemparan bom molotov ke sekitar rumahnya serta pengiriman bangkai ayam yang disertai pesan ancaman, yang dinilai membahayakan keselamatan dirinya, keluarga, dan warga sekitar.
DJ Doni memutuskan menempuh jalur hukum setelah aksi teror itu dinilai semakin serius. Menurutnya, tindakan pelemparan bom molotov bukan lagi sekadar intimidasi, melainkan sudah mengarah pada ancaman nyata terhadap keselamatan jiwa dan ketertiban lingkungan tempat tinggalnya.
Dalam laporannya, DJ Doni melaporkan dugaan pelanggaran sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), termasuk pasal terkait pembakaran dan ancaman. Pihak kepolisian kini tengah mendalami laporan tersebut dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung.
Aksi teror yang dialami DJ Doni terekam kamera pengawas di sekitar rumahnya. Dalam rekaman tersebut, terlihat dua pria berboncengan menggunakan sepeda motor berhenti di depan rumah dan meletakkan sebuah jaket yang diduga berisi bangkai ayam, sebelum kemudian meninggalkan lokasi.
Selain pengiriman bangkai ayam, DJ Doni juga menerima pesan ancaman tertulis. Dalam pernyataannya, ia mengecam keras pelaku teror dan menyebut tindakan tersebut sebagai cara pengecut untuk membungkam suara kritis yang disampaikannya selama ini.
DJ Doni menduga teror yang dialaminya berkaitan dengan aktivitasnya yang kerap menyuarakan kritik terhadap penanganan bencana banjir di Sumatera. Ia juga vokal mengkritisi pengelolaan lingkungan yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama terjadinya bencana tersebut.
Kasus serupa tidak hanya dialami DJ Doni. Influencer sekaligus aktivis Sherley Anavita juga mengaku mendapat teror setelah kerap mengkritisi penanganan bencana di Sumatera. Teror yang diterimanya berupa lemparan telur, coretan pada kendaraan, serta pesan ancaman tertulis di sekitar tempat tinggalnya.
Dalam dokumentasi yang dibagikan, terlihat telur pecah di depan rumah Sherley serta mobil yang dicoret cat semprot. Ia menyebut teror tersebut muncul berulang kali dan menimbulkan rasa tidak aman bagi dirinya dan lingkungan sekitar.
Teror juga dialami oleh Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik. Ia dilaporkan menerima kiriman bangkai ayam di teras rumahnya, yang diduga berkaitan dengan aktivitas advokasinya terkait isu banjir di Sumatera dan respons pemerintah terhadap bencana yang menelan banyak korban jiwa.
Greenpeace Indonesia mengecam keras maraknya teror terhadap masyarakat sipil dan aktivis. Menurut mereka, kritik terhadap kebijakan publik seharusnya dipandang sebagai masukan untuk perbaikan, bukan dianggap ancaman yang kemudian dibalas dengan intimidasi dan kekerasan.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!