Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026

Krisis Papua Memanas, Dua Anak Tewas Tertembak

ED
Rabu, 3 November 2021 | 11:41 WIB
Bagikan
Krisis Papua Memanas, Dua Anak Tewas Tertembak
VISI.NEWS | PAPUA - Situasi di Kabupaten Intanjaya masih mencekam, setelah masyarakat sipil ikut menjadi korban di tengah-tengah peperangan antara pasukan TNI - Polri dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat - Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Seorang balita berusia dua tahun bernama Nopelianus Sondegau tewas, seusai peluru tajam menerjang tubuhnya pada 27 Oktober 2021. Dominikus Sani, warga asli Kabupaten Intanjaya yang kekinian tengah menempuh studi di Jawa Timur melaporkan, hari Selasa, 2 November 2021, beberapa kantor dan rumah telah dibakar. Dominikus juga menyebutkan, informasi termutakhir di Intanjaya juga belum dapat digambarkan secara detail lantaran jaringan telepon seluler sulit diakses. "Sekarang, 2 November 2021, beberapa kantor dan rumah dibakar, di bagian Sambili atau Mamba. Info yang lebih jelas itu masih belum tahu karena jaringan sudah dimatikan," kata Dominikus, Selasa malam, dilansir Suara.com . Menurut laporan yang diterima Dominikus dari kampung halamannya, bukan Nopelianus Sondegau saja yang tewas diterjang peluru. Satu anak berusia enam tahun yang belum diketahui namanya juga menjadi korban tewas. "Pada tanggal 27 Oktober 2021, TNI-Porli menembak dua anak laki-laki. Pertama, Nopelianus Sondegau umur 2 tahun, anak dari Bertinus Sondegau. Kedua, anak umur 6 tahun dari bapak Balamala," sambungnya. Pada 27 Oktober 2021 malam, Dominikus mengatakan seluruh warga ketakutan karena bunyi desing peluru. Dalam kepanikan itulah, peluru menerjang dua bocah tersebut hingga tewas. "Semua takut bunyi tembakan, sehingga keluarganya korban bersembunyi dalam rumah (honai), dan anak laki-laki yang meninggal itu ada di dalam rumah. Peluru menembus tembok rumah." Pada saat yang bersamaan, TPNPB-OPM juga membalas tembakan yang dilakukan oleh aparat TNI-Polri. Tembakan TPNPB-OPM kembali dibalas oleh aparat dari bagian atas pos Koramil Sugapa dan beberapa tempat yang terdekat degan pos Koramil. Bertinus Sondegau, yakni ayah Nopelianus, letak rumahnya sangat dekat dengan pos koramil. Karena itulah, ada peluru yang menyasar ke rumah mereka. Sementara warga lainnya yang sempat melarikan diri, berlindung ke hutan. "Hingga kini masih ada yang tidur di goa-goa." Dominikus melanjutkan, korban tewas yakni Nopelianus Sondegau telah dimakamkan. Tidak hanya itu, kontak senjata yang mengakibatkan dua anak tewas itu meninggalkan trauma pada masyarakat. "Masyarakat yang tinggal terdekat di jantung Kota Sugapa, Intanjaya semua trauma dengan bunyi tembakan senjata," papar dia. Saat ini, semua masyarakat masih mengungsi di beberapa gereja yang di wilayah Sugapa, Intanjaya. Mulai Gereja Katholik Bilogai, Gereja Kimi Tigamajigi, dan Gereka Khatolik Agapa. Pemerintah gelar ratas Pemerintah langsung menggelar rapat untuk membahas situasi keamanan yang memanas antara Kelompok Kriminal Bersenjata dan TNI-Polri di Kabupaten Intan Jaya, Papua dalam sepekan terakhir. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan rapat itu dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin. "Secara khusus Senin pagi jam 8.30, kita akan rapat di bawah pimpinan Wapres. Baik berdasar Perpres No. 19/20 maupun UU Non 2 Tahun 2021 terkait Dewan Papua, pimpinan pembangunan di Papua adalah Wapres," kata Mahfud kepada wartawan, Senin (1/11/2021). Untuk diketahui, dalam sepekan terakhir, Kabupaten Intanjaya memanas, kontak senjata antara TPNPB-OPM vs TNI-Polri terjadi sejak Selasa pekan lalu di Kampung Mamba, Distrik Sugapa. Dalam kontak senjata tersebut, seorang anggota TNI, Serka Asep mengalami luka tembak pada perut sebelah kiri, ia dievakuasi ke Timika untuk mendapatkan perawatan. Sementara, dua orang warga sipil yang masih balita tertembak, satu di antaranya meninggal dunia karena tidak tertolong karena tak ada tenaga medis di lokasi. Hingga kekinian, belum ada keterangan resmi siapakah pihak yang menyebabkan kedua anak tersebut tewas. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.