Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,768 Juta per Gram 25 Aug 2026 Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Selasa 25 Agustus 2026 25 Aug 2026 Peringati Hari Pramuka ke-65, KDS Perkuat Semangat Pengabdian Generasi Muda 25 Aug 2026 122 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Terdampak Kekeringan di Sukabumi 25 Aug 2026 12.517 Jiwa di Kota Sukabumi Terdampak Kesulitan Air Bersih 25 Aug 2026 5G-A Dukung Robot Humanoid Bertanding di Beijing 25 Aug 2026 BPBD Kota Sukabumi Catat Empat Kejadian Kebakaran Lahan Selama Agustus 25 Aug 2026 ECOVACS Bawa Robot Rumah Pintar ke Singapore Pop Toy Show 2026 25 Aug 2026 Konser Masih Jadi Primadona, Warga Hong Kong Makin Gemar Beli Tiket Mendadak 25 Aug 2026

Kripto Tak Lagi Spekulatif: Pasar Indonesia Makin Dewasa di 2025

ED
Selasa, 23 Desember 2025 | 14:20 WIB
Bagikan
Kripto Tak Lagi Spekulatif: Pasar Indonesia Makin Dewasa di 2025
VISI.NEWS | BANDUNG - Pasar kripto di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan perubahan arah yang signifikan. Aktivitas perdagangan dinilai semakin sehat dan berkualitas, seiring dengan membaiknya regulasi serta meningkatnya pemahaman investor terhadap risiko dan fundamental aset digital. Kripto di Indonesia diposisikan sebagai komoditas investasi yang diperdagangkan di bursa berjangka. Dengan dukungan teknologi blockchain, transaksi dilakukan secara terdesentralisasi dan transparan. Sepanjang 2025, perdagangan kripto tetap tumbuh solid, ditopang peningkatan partisipasi pengguna dan perilaku investasi yang lebih rasional. Pelaku industri mencatat bahwa tren transaksi tidak lagi semata didorong spekulasi jangka pendek. Investor mulai beralih ke strategi holding jangka menengah dan panjang, serta lebih selektif memilih aset kripto dengan fundamental yang jelas dan utilitas nyata. Perbaikan ekosistem kripto nasional juga dipengaruhi oleh penguatan regulasi. Transisi pengawasan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) menjadi tonggak penting dalam tata kelola industri aset digital. Di sisi lain, peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sistem keuangan digital dan sistem pembayaran turut memberikan kepastian arah kebijakan. Sinergi regulator ini dinilai memperjelas batasan, pengawasan, serta perlindungan bagi pelaku usaha dan investor kripto. COO Upbit Indonesia, Resna Raniadi, menyebut 2026 akan menjadi fase krusial bagi pematangan industri kripto nasional. Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang akan memengaruhi arah industri, yakni pengawasan OJK, adopsi institusional, serta dinamika global pasar kripto. “Pada 2026 akan terjadi konsolidasi tata kelola industri, dengan fokus pada standardisasi keamanan, transparansi, dan kepatuhan. Ini akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Resna dalam keterangan persnya, Senin (22/12/2025). Selain itu, meningkatnya minat korporasi dan lembaga keuangan terhadap aset digital membuka peluang integrasi kripto dengan sistem keuangan formal, termasuk tokenisasi aset riil. Faktor global seperti siklus halving Bitcoin, ekspansi ETF kripto, dan kondisi makroekonomi dunia juga diperkirakan memengaruhi sentimen pasar. Resna menegaskan bahwa pertumbuhan industri kini tidak hanya diukur dari volume transaksi, melainkan dari kualitas partisipasi investor. “Investor Indonesia semakin memahami risiko dan mulai menempatkan aset digital sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang,” katanya. Dengan pengawasan OJK dan penguatan peran Bank Indonesia, industri kripto Indonesia diyakini bergerak menuju ekosistem yang lebih terstruktur, aman, dan berkelanjutan. @uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.