Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026

KPU Gelar Diskusi Bertema "Pemilu 2024 di Mata Gen Z"

ED
Minggu, 11 Desember 2022 | 19:24 WIB
Bagikan
KPU Gelar Diskusi Bertema "Pemilu 2024 di Mata Gen Z"

VISI.NEWS | JAKARTA - Merebut perhatian anak muda tidak cukup hanya dengan menggunakan media sosial, juru bicara dari kalangan generasi muda, atau organisasi sayap pemuda. Hal terpenting adalah bagaimana memahami dan mengetahui apa keinginan dari anak muda itu. Kemudian membuat program, termasuk menampilkan calon yang diinginkan dan dibutuhkan anak muda.

Hal ini diungkap oleh Abie Besman, News Executive Producer Kompas TV, narasumber diskusi bertema “Pemilu 2024 di Mata Gen Z: Peran, Ekspektasi dan Partisipasi Kaum Muda Dalam Pesta Demokrasi”, di Media Centre KPU, Jumat (9/12/2022).

Abie memaparkan hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingginya antusiasme kaum milenial dan generasi Z untuk mengikuti Pemilu 2024.

Sebanyak 86,7 persen menyatakan bersedia untuk berpartisipasi dalam pemilu. Sementara 10,7 persen masih menimbang dan 2,6 persen lainnya menolak ikut pemilu.

“Preferensi pemilih muda dalam menentukan pilihan pada calon presiden akan bergantung pada kapasitas serta isu yang dibawa kandidat, ketimbang preferensi suku dan agama. Pemilih usia muda cenderung rasional dalam memilih pemimpin karena berfokus pada kapasitas dan kedekatan isu yang akan dibawa calon presiden nantinya,” jelas Abie, dilansir dari laman resmi KPU.

Menurut dia, pemilih usia muda dinilai mampu mengakhiri perdebatan politik yang mendikotomikan pemimpin dalam kutub mayoritas dan minoritas. Anak-anak muda ini relatif bebas, tidak terkungkung soal etnis lebih menonjolkan kedekatan isu dan leadership quality bukan isu simbolik.

Narasumber lain, Jocelyn Valencia, Gen Z Content Creator, Universitas Multi Media Nusantara (UMN) menyampaikan harapan anak muda menjelang pesta demokrasi, antara lain masyarakat Indonesia lebih melek politik dan meningkatkan literasi digital, memunculkan wakil-wakil rakyat yang dapat memperbaiki birokrasi dan pemerintahan yang lebih baik dan para pemimpin yang mendengarkan aspirasi anak muda serta pemimpin yang memanfaatkan kapabilitas anak muda yang tidak hanya kritis,tetapi juga kreatif.

“Anak muda tidak menutup mata. Mereka concern terkait ‘social issue" dan ‘politic issue" yang berdampak langsung bagi kehidupan mereka. Misalnya, isu pemilu, ketenagakerjaan, demokrasi, lingkungan, dan korupsi,” kata Jocelyn.

Sedangkan narasumber terakhir, Farchan Misbach Adinda, HIMA Hukum Universitas Nahdhatul Ulama (Unusia) menguraikan peran dan partisipasi Gen Z. Menurut Farhan anak-anak muda harus memahami esensi demokrasi.

Pemilu dan demokrasi sulit dipisahkan satu sama lain. Namun demokrasi tidak melulu soal pemilu. Gen Z juga harus melek politik, selain literasi digital, literasi politik tidak kalah penting untuk Gen Z yang menjadi tools dalam memutuskan pilihannya selama pesta demokrasi.

Gen Z dapat menjadi second journalist/agent of control yang senantiasa memantau berjalannya pesta demokrasi dengan memanfaatkan media kreatif yang selalu konsen dan kritis.

Terakhir, menjadi pemilih cerdas, kritis, dan kreatif. Tidak golput, ikut menggunakan hal pilih dengan mencoblo, mendukung kegiatan kegiatan yang dilakukan penyelenggara pemilu, misalnya sosialisasi pemilu.

“Siapa bilang Gen Z apolitis? Demonstrasi #ReformasiDikorupsi jadi bukti aktivisme politik Gen Z yang sering dituduh acuh soal dunia politik. Aksi ini bahkan jadi kolaborasi aktivisme di jalanan dan media sosial dulu tidak pernah terbayangkan sama sekali oleh generasi pendahulu,” Farhan memberi contoh.

Sebagai informasi, diskusi yang diselenggarakan KPU dengan media ini merupakan komitmen KPU terkait pemilu inklusif atau pemilu yang melibatkan multipihak termasuk media.

Diskusi dipandu Joshua Sihombing, Presenter Pro 3 RRI dan dihadiri, jurnalis media daring, TV, cetak, dan radio. @fen

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.