Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Korban Penyiraman Air Keras oleh Suami di Sukabumi Meninggal Dunia

Desi Rossilawati
Rabu, 15 Januari 2025 | 05:31 WIB
Bagikan
Korban Penyiraman Air Keras oleh Suami di Sukabumi Meninggal Dunia

VISI.NEWS | SUKABUMI - Dedeh (45), perempuan asal Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi korban penyiraman air keras meninggal dunia pada Senin (13/1/2025) malam. Dedeh meninggal ketika menjalani perawatan di RSUP dr Hasan Sadikin Bandung

“Meninggal di RSHS Bandung hari Senin sekitar pukul 21.45 WIB. Jenazah sudah dimakamkan pada Selasa siang,” ujar Pj Kepala Desa (Kades) Pawenang, Dodi Supriadi.

Dodi menjelaskan, peristiwa penyiraman air keras yang dilakukan oleh Gagan (59) menyebabkan Dedeh mengalami luka bakar serius sehingga harus menjalani perawatan di RSUD Sekarwangi Cibadak selama beberapa hari. Selanjutnya, Dedeh dirujuk ke RS Hasan Sadikin karena harus menjalani operasi.

“Di RS Hasan Sadikin Dedeh telah menjalani satu kali operasi,” kata Dodi.

Lebih lanjut Dodi menyatakan kedua putra Dedeh yaitu Angga (11) serta Sarif (18) juga menjalani operasi akibat ikut tersiram air keras.

“Tadinya cuma Angga saja , tapi kondisi kaki Sarip selama ikut di Bandung semakin parah jadi menyusul harus dioperasi,” ujarnya.

Kasus penyiraman air keras oleh Gagan terjadi di rumah korban di Kampung Dukuh Nara, Desa Pawenang pada Minggu (29/12/2024) pagi. Gagan menyiramkan air keras ke istrinya dan disaat bersamaan ada Angga dan Sarip.

Melihat perbuatan ayah tirinya, kedua anak itu berusaha melindungi ibunya. Sehingga mereka turut menjadi korban.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.