Kontinuitas Al-Qur’an
Esensi dan eksistensi al-Qur’an, selain sebagai sumber petunjuk maka al-Qur’an juga adalah sumber utama dan pertama dalam ajaran Islam yang diyakini tetap sesuai dengan perkembangan zaman. Pernyataan yang menyebut bahwa ayat-ayat al-Qur’an shalih li kulli zaman wa makan cocok di segala situasi dan kondisi menunjukkan bahwa penafsiran terhadap ayat-ayat al-Qur’an tidak pernah berhenti pada suatu masa, tempat dan generasi.
Mengingat bahwa luasnya cakupan makna yang dapat digali dari ayat-ayat al-Qur’an, maka perangkat-perangkat keilmuwan kontemporer seperti bidang sosiologi dan antropologi patut dijadikan sebagai alat bantu untuk memahami keluasan makna-makna dari ayat-ayat al-Qur’an.
Dalam tataran ini, diperlukan sifat selektifitas dalam menggunakan perangkat perangkat klasik karena dikhawatirkan bahwa perangkat-perangkat dimaksud dapat membatasi keluasan makna ayat-ayat al-Qur’an. Pembatasan makna ini akan berimplikasi kepada esensi dan eksistensi al-Qur’an yang kemungkinan pemaknaan terhadap suatu ayat dapat menjadi petunjuk pada suatu masa, tapi tidak pada masa-masa berikutnya. Karena itu, penggunaan perangkat sabab al-nuzûl harus dipahami sebagai alat bantu untuk memahami ayat-ayat bukan untuk mencari makna satu-satunya.
Ungkapan bahwa yang dilihat dari al-Qur’an adalah “lafaznya yang umum bukan sebab yang khusus”, pada dasarnya mengindikasikan bahwa pesan-pesan al-Qur’an tetap sejalan dengan perubahan sosial. Di sinilah letak pentingnya mendudukkan posisi al-Qur’an sebagai kitab petunjuk yang kehadirannya dapat dijadikan kontribusi oleh semua pihak. Karena itu, ayat-ayat al-Qur’an pada prinsipnya adalah acuan pada tataran filosofis, bukan pada tataran praktis.
Ketika al-Qur’an menyatakan bahwa hukuman bagi seorang pembunuh adalah dibunuh (qishash), maka yang seharusnya menjadi kajian adalah kriteria dari suatu pembunuhan, bukan alat yang digunakan untuk membunuh. Melalui kriteria ini, maka perbuatan-perbuatan lain yang berindikasi kepada pembunuhan dalam kehidupan modern ini dapat dimasukkan ke dalam kriteria yang terdapat dalam ayat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!