IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Kontinuitas Al-Qur’an

ED
Senin, 7 November 2022 | 02:42 WIB
Bagikan
Kontinuitas Al-Qur’an

Esensi dan eksistensi al-Qur’an, selain sebagai sumber petunjuk maka al-Qur’an juga adalah sumber utama dan pertama dalam ajaran Islam yang diyakini tetap sesuai dengan perkembangan zaman. Pernyataan yang menyebut bahwa ayat-ayat al-Qur’an shalih li kulli zaman wa makan cocok di segala situasi dan kondisi menunjukkan bahwa penafsiran terhadap ayat-ayat al-Qur’an tidak pernah berhenti pada suatu masa, tempat dan generasi.

Mengingat bahwa luasnya cakupan makna yang dapat digali dari ayat-ayat al-Qur’an, maka perangkat-perangkat keilmuwan kontemporer seperti bidang sosiologi dan antropologi patut dijadikan sebagai alat bantu untuk memahami keluasan makna-makna dari ayat-ayat al-Qur’an.

Dalam tataran ini, diperlukan sifat selektifitas dalam menggunakan perangkat perangkat klasik karena dikhawatirkan bahwa perangkat-perangkat dimaksud dapat membatasi keluasan makna ayat-ayat al-Qur’an. Pembatasan makna ini akan berimplikasi kepada esensi dan eksistensi al-Qur’an yang kemungkinan pemaknaan terhadap suatu ayat dapat menjadi petunjuk pada suatu masa, tapi tidak pada masa-masa berikutnya. Karena itu, penggunaan perangkat sabab al-nuzûl harus dipahami sebagai alat bantu untuk memahami ayat-ayat bukan untuk mencari makna satu-satunya.

Ungkapan bahwa yang dilihat dari al-Qur’an adalah “lafaznya yang umum bukan sebab yang khusus”, pada dasarnya mengindikasikan bahwa pesan-pesan al-Qur’an tetap sejalan dengan perubahan sosial. Di sinilah letak pentingnya mendudukkan posisi al-Qur’an sebagai kitab petunjuk yang kehadirannya dapat dijadikan kontribusi oleh semua pihak. Karena itu, ayat-ayat al-Qur’an pada prinsipnya adalah acuan pada tataran filosofis, bukan pada tataran praktis.

Ketika al-Qur’an menyatakan bahwa hukuman bagi seorang pembunuh adalah dibunuh (qishash), maka yang seharusnya menjadi kajian adalah kriteria dari suatu pembunuhan, bukan alat yang digunakan untuk membunuh. Melalui kriteria ini, maka perbuatan-perbuatan lain yang berindikasi kepada pembunuhan dalam kehidupan modern ini dapat dimasukkan ke dalam kriteria yang terdapat dalam ayat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.