Kontinuitas Al-Qur’an
Oleh Salman Akif Faylasuf
GAIRAH para mufasir menggali kandungan makna-makna al-Qur’an yang diyakini cukup relevan untuk menjawab berbagai aspek kehidupan berimplikasi kepada lahirnya berbagai metodologi tafsir. Metodologi ini dibangun berdasarkan asumsi bahwa kandungan makna-makna al-Qur’an memiliki hubungan yang signifikan dengan perkembangan kehidupan manusia.
Adanya hubungan yang signifikan ini memberi dorongan bagi para mufasir untuk mencari kandungan makna-makna dimaksud dengan bertitik tolak dari sebuah keyakinan bahwa al-Qur’an adalah sumber petunjuk.
Karena itu, konsekwensi menjadikan al-Qur’an sebagai sumber petunjuk atau sumber inspirasi akan membawa kepada suatu pemahaman bahwa makna-makna yang terkandung di dalam ayat-ayat al-Qur’an tidak pernah berhenti kepada satu penafsiran. Maka, diperlukan penafsiran-penafsiran baru atau memakai penafsiran lama yang masih relevan supaya petunjuk al-Qur’an dapat dipahami di setiap masa dan tempat.
Keharusan melakukan penafsiran baru terhadap ayat-ayat al-Qur’an dapat diinspirasi melalui salah satu ciri khasnya yang fleksibel. Ciri khas ini menjadikan al-Qur’an bagaikan sebuah wadah yang siap menampung segala bentuk pemaknaan terhadapnya. Sekalipun pola penafsiran terhadap ayat-ayat al-Qur’an terus saja mengalami penambahan bahkan perubahan, namun sama sekali tidak mengurangi esensi dan eksistensi al-Qur’an sebagai wahyu Tuhan. Justru, penafsiran dengan metode apapun yang digunakan, semakin menambah khazanah dan kekayaan makna-makna dari ayat-ayat al-Qur’an itu sendiri.
Syahdan hal ini, kemunculan term aliran modern dalam Islam sama sekali tidak pada tempatnya untuk dipertentangkan dengan pesan-pesan al-Qur’an. Semangat aliran modern ini adalah untuk menggali pesan-pesan al-Qur’an dengan alasan bahwa, pesan-pesannya tetap relevan dengan perkembangan sosio-kultural manusia. Dengan demikian, term yang seperti ini harus dipandang secara objektif dengan melihat kontribusi yang disumbangkannya untuk menggali khazanah di dalam al-Qur’an.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!