Konflik Timur Tengah Bikin 270 WNA Tertahan di Bali
VISI.NEWS | BALI - Gelombang konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah turut berdampak hingga ribuan kilometer jauhnya, termasuk di Bali. Pulau wisata internasional itu kini menghadapi situasi tak biasa setelah ratusan warga negara asing (WNA) mengajukan izin tinggal darurat akibat pembatalan penerbangan menuju sejumlah negara di kawasan tersebut.
Data dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali mencatat, sebanyak 270 WNA telah mengajukan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) dalam rentang waktu 28 Februari hingga 8 Maret 2026. Permohonan ini diajukan karena mereka tidak dapat kembali ke negara tujuan setelah sejumlah penerbangan menuju Timur Tengah dibatalkan.
Situasi ini terjadi setelah maskapai menghentikan sementara penerbangan menuju beberapa kota utama di kawasan tersebut, seperti Doha, Dubai, dan Abu Dhabi. Dalam periode yang sama, tercatat setidaknya 40 penerbangan keberangkatan dari Bali menuju tiga kota tersebut dibatalkan.
Pembatalan penerbangan ini membuat banyak penumpang asing yang sebelumnya hanya transit atau berencana melanjutkan perjalanan ke Timur Tengah harus memperpanjang masa tinggal mereka di Bali. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut memunculkan masalah baru terkait izin tinggal yang hampir habis masa berlakunya.
Untuk mengantisipasi dampak administratif yang lebih luas, pihak imigrasi membuka mekanisme Izin Tinggal Keadaan Terpaksa bagi WNA yang terdampak langsung oleh situasi darurat tersebut. Dari ratusan pemohon yang tercatat, sebanyak 35 orang bahkan mendapatkan pembebasan biaya overstay karena memenuhi syarat administratif dan dapat membuktikan bahwa pembatalan penerbangan menjadi penyebab utama mereka tidak dapat meninggalkan Indonesia tepat waktu.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi global yang berada di luar kendali para pelaku perjalanan internasional.
“Imigrasi Bali berkomitmen penuh untuk proaktif hadir memberikan kepastian layanan keimigrasian yang mudah dan cepat bagi para WNA yang terdampak situasi ini,” ujar Sengky saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!