Konflik Imigrasi Memanas, Gubernur Minnesota Diselidiki Departemen Kehakiman AS
“Pengingat bagi semua pihak di Minnesota; tidak ada seorang pun yang kebal hukum,” tulis Bondi di platform X.
Penyelidikan ini dinilai tidak lazim oleh sejumlah pengamat hukum, mengingat kasus konspirasi pidana jarang didasarkan pada pernyataan kebijakan pejabat publik.
Ketegangan di Minnesota meningkat setelah hampir 3.000 agen federal dikerahkan sejak awal pekan lalu. Kehadiran besar-besaran aparat imigrasi memicu gelombang demonstrasi di Minneapolis, terutama setelah seorang agen ICE menembak mati warga negara AS, Renee Good (37), di dalam mobilnya pada 7 Januari lalu.
Insiden tersebut memicu protes harian yang meluas ke sejumlah kota lain. Walz, meski menyerukan aksi damai, juga mendorong warga mendokumentasikan setiap penangkapan dan interaksi dengan agen ICE.
“Rekaman ini penting untuk akuntabilitas dan kemungkinan penuntutan di masa depan atas pelanggaran aparat,” ujar Walz dalam pernyataan terpisah.
Pemerintah Minnesota dan otoritas kota Minneapolis terus mendesak Presiden Trump menghentikan pengerahan ICE. Mereka menilai operasi deportasi yang dimiliterisasi tersebut membahayakan warga sipil dan sengaja menciptakan ketakutan publik.
Namun, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche menyalahkan Walz dan Frey atas meningkatnya bentrokan di lapangan.
“Kami akan menghentikan tindakan mereka dengan cara apa pun yang diperlukan,” tegas Blanche awal pekan ini. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!