Kondisi Memprihatinkan di Beutong Ateuh: Listrik Padam, Antrian Bahan Bakar Panjang, Warga Terlantar
VISI.NEWS | BANDA ACEH – Keadaan di Beutong Ateuh Kota Nagaraya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pada malam hari ini, Selasa (9/12/2025), masih sangat mengkhawatirkan. Warga setempat melaporkan bahwa hingga malam ini, listrik masih belum menyala, dan keadaan semakin gelap ketika malam tiba. Bahkan, permasalahan tidak berhenti di situ; kesulitan mendapatkan bahan bakar juga menjadi persoalan besar bagi masyarakat, dengan antrian yang memanjang hingga berkilometer.
Fajar, salah seorang warga Beutong Ateuh, kepada VISI.NEWS mengungkapkan bahwa masyarakat terpaksa antri berjam-jam untuk membeli bensin dan solar. "Antrian kendaraan yang akan membeli bensin dan solar kalau malam bisa berkilo-kilometer. Karena kalau siang cuaca di sini sangat panas sekali. Jadi warga ke SPBU kalau tidak dini hari ya malam," ujarnya. Menurut Fajar, kondisi ini semakin memperburuk kehidupan sehari-hari warga yang sudah terbebani dengan berbagai kesulitan pasca-bencana.
Keadaan ini juga semakin diperburuk dengan ketiadaan listrik yang masih berlangsung lebih dari seminggu setelah terjadinya bencana alam yang melanda wilayah tersebut. Sejak bencana tersebut, masyarakat di Beutong Ateuh mengeluhkan kelangkaan pasokan listrik yang semakin memperburuk mobilitas warga. Tanpa aliran listrik, kehidupan masyarakat sangat terganggu, baik dalam aspek rumah tangga, pendidikan, maupun kegiatan ekonomi.
Salah satu dampak terbesar yang dirasakan masyarakat adalah ketergantungan pada energi listrik untuk menjalankan berbagai aktivitas harian, mulai dari penerangan rumah hingga kebutuhan dasar lainnya. Beberapa usaha kecil dan warung makan juga terpaksa tutup lebih awal karena tidak dapat menjalankan operasional dengan baik. Akibatnya, pendapatan masyarakat yang sudah terpukul oleh bencana semakin terhimpit.
Kondisi ini memunculkan keluhan dari banyak warga yang merasa pemerintah daerah belum melakukan langkah signifikan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak. Salah seorang warga lainnya, Nurul, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya respon pemerintah. "Kami sudah capek menunggu, listrik tidak nyala, bahan bakar susah didapat. Pemerintah harus segera bertindak agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal," ujar Nurul dengan nada frustrasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!