Gempa NTT M7,7: Listrik Pulih, Bantuan Mengalir
VISI.NEWS - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (15/8/2026) tidak hanya meninggalkan duka akibat korban jiwa dan kerusakan bangunan. Bencana tersebut juga menghantam sejumlah infrastruktur dasar yang menjadi penopang kehidupan masyarakat, mulai dari jaringan listrik, gardu distribusi, telekomunikasi, hingga akses jalan.
Di tengah situasi tersebut, proses pemulihan terus bergerak. Pemerintah bersama berbagai unsur dan lembaga terkait mempercepat perbaikan infrastruktur agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan. Bantuan kemanusiaan dari berbagai daerah pun mulai berdatangan, termasuk dari Polda Bali yang mengirimkan lima truk bantuan ke wilayah terdampak.
Sementara itu, dukungan juga datang dari dunia internasional. Presiden China Xi Jinping menyampaikan belasungkawa mendalam atas korban gempa dan menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu menangani bencana serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan perekonomian.
Data terbaru yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 68 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Listrik Hampir Sepenuhnya Menyala
Pos Pendamping Nasional (Pospenas) melaporkan pemulihan jaringan listrik di wilayah terdampak berjalan optimal.
Hingga Senin (17/8), Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur dan UP3 Flores Bagian Barat telah mendekati kondisi normal. Pemulihan dilakukan pada berbagai komponen jaringan kelistrikan yang terdampak gempa.
Trafo gardu induk atau GI dilaporkan telah pulih 100 persen.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!