Kondisi Memprihatinkan di Beutong Ateuh: Listrik Padam, Antrian Bahan Bakar Panjang, Warga Terlantar
Sementara itu, pihak PLN (Perusahaan Listrik Negara) setempat mengonfirmasi bahwa jaringan listrik di Beutong Ateuh memang terdampak parah akibat bencana yang terjadi minggu lalu. "Kami sedang bekerja keras untuk memperbaiki sistem kelistrikan di daerah tersebut. Namun, banyak infrastruktur yang rusak berat dan perlu waktu untuk dipulihkan," ujar salah seorang petugas PLN di lokasi.
Di sisi lain, untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar, beberapa warga menyarankan agar pemerintah segera mendistribusikan pasokan bensin dan solar ke SPBU-SPBU yang berada di sekitar wilayah terdampak. Namun, dengan antrian yang panjang, banyak warga yang merasa harus menunggu berjam-jam untuk bisa mendapatkan bahan bakar. “Kami bisa antri sampai pagi, dan itu bikin makin stres,” ungkap Rahmat, seorang warga yang baru saja mengisi bahan bakar.
Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengatakan bahwa mereka telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk segera memperbaiki infrastruktur yang rusak, termasuk jaringan listrik dan pasokan bahan bakar. Namun, mereka juga mengakui bahwa tantangan yang dihadapi sangat besar, mengingat kondisi cuaca yang buruk dan medan yang sulit dijangkau.
Dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, warga Beutong Ateuh berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan tegas dan cepat agar mereka bisa kembali beraktivitas dengan normal. Keluhan yang disampaikan oleh warga menggambarkan betapa pentingnya infrastruktur dasar yang dapat mendukung kehidupan sehari-hari, terutama dalam masa-masa pemulihan pasca-bencana. Sebagai langkah awal, pemerintah diharapkan dapat mengatasi masalah listrik dan distribusi bahan bakar agar masyarakat bisa melanjutkan kegiatan ekonomi dan sosial mereka tanpa hambatan lebih lanjut.
@lina
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!