Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Kondisi Memprihatinkan di Beutong Ateuh: Listrik Padam, Antrian Bahan Bakar Panjang, Warga Terlantar

ED
Selasa, 9 Desember 2025 | 18:53 WIB
Bagikan
Kondisi Memprihatinkan di Beutong Ateuh: Listrik Padam, Antrian Bahan Bakar Panjang, Warga Terlantar

VISI.NEWS | BANDA ACEH Keadaan di Beutong Ateuh Kota Nagaraya, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, pada malam hari ini, Selasa (9/12/2025), masih sangat mengkhawatirkan. Warga setempat melaporkan bahwa hingga malam ini, listrik masih belum menyala, dan keadaan semakin gelap ketika malam tiba. Bahkan, permasalahan tidak berhenti di situ; kesulitan mendapatkan bahan bakar juga menjadi persoalan besar bagi masyarakat, dengan antrian yang memanjang hingga berkilometer.

Fajar, salah seorang warga Beutong Ateuh, kepada VISI.NEWS mengungkapkan bahwa masyarakat terpaksa antri berjam-jam untuk membeli bensin dan solar. "Antrian kendaraan yang akan membeli bensin dan solar kalau malam bisa berkilo-kilometer. Karena kalau siang cuaca di sini sangat panas sekali. Jadi warga ke SPBU kalau tidak dini hari ya malam," ujarnya. Menurut Fajar, kondisi ini semakin memperburuk kehidupan sehari-hari warga yang sudah terbebani dengan berbagai kesulitan pasca-bencana.

Keadaan ini juga semakin diperburuk dengan ketiadaan listrik yang masih berlangsung lebih dari seminggu setelah terjadinya bencana alam yang melanda wilayah tersebut. Sejak bencana tersebut, masyarakat di Beutong Ateuh mengeluhkan kelangkaan pasokan listrik yang semakin memperburuk mobilitas warga. Tanpa aliran listrik, kehidupan masyarakat sangat terganggu, baik dalam aspek rumah tangga, pendidikan, maupun kegiatan ekonomi.

Salah satu dampak terbesar yang dirasakan masyarakat adalah ketergantungan pada energi listrik untuk menjalankan berbagai aktivitas harian, mulai dari penerangan rumah hingga kebutuhan dasar lainnya. Beberapa usaha kecil dan warung makan juga terpaksa tutup lebih awal karena tidak dapat menjalankan operasional dengan baik. Akibatnya, pendapatan masyarakat yang sudah terpukul oleh bencana semakin terhimpit.

Kondisi ini memunculkan keluhan dari banyak warga yang merasa pemerintah daerah belum melakukan langkah signifikan untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak. Salah seorang warga lainnya, Nurul, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya respon pemerintah. "Kami sudah capek menunggu, listrik tidak nyala, bahan bakar susah didapat. Pemerintah harus segera bertindak agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal," ujar Nurul dengan nada frustrasi.

Sementara itu, pihak PLN (Perusahaan Listrik Negara) setempat mengonfirmasi bahwa jaringan listrik di Beutong Ateuh memang terdampak parah akibat bencana yang terjadi minggu lalu. "Kami sedang bekerja keras untuk memperbaiki sistem kelistrikan di daerah tersebut. Namun, banyak infrastruktur yang rusak berat dan perlu waktu untuk dipulihkan," ujar salah seorang petugas PLN di lokasi.

Di sisi lain, untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar, beberapa warga menyarankan agar pemerintah segera mendistribusikan pasokan bensin dan solar ke SPBU-SPBU yang berada di sekitar wilayah terdampak. Namun, dengan antrian yang panjang, banyak warga yang merasa harus menunggu berjam-jam untuk bisa mendapatkan bahan bakar. “Kami bisa antri sampai pagi, dan itu bikin makin stres,” ungkap Rahmat, seorang warga yang baru saja mengisi bahan bakar.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengatakan bahwa mereka telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk segera memperbaiki infrastruktur yang rusak, termasuk jaringan listrik dan pasokan bahan bakar. Namun, mereka juga mengakui bahwa tantangan yang dihadapi sangat besar, mengingat kondisi cuaca yang buruk dan medan yang sulit dijangkau.

Dengan kondisi yang semakin mengkhawatirkan, warga Beutong Ateuh berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan tegas dan cepat agar mereka bisa kembali beraktivitas dengan normal. Keluhan yang disampaikan oleh warga menggambarkan betapa pentingnya infrastruktur dasar yang dapat mendukung kehidupan sehari-hari, terutama dalam masa-masa pemulihan pasca-bencana. Sebagai langkah awal, pemerintah diharapkan dapat mengatasi masalah listrik dan distribusi bahan bakar agar masyarakat bisa melanjutkan kegiatan ekonomi dan sosial mereka tanpa hambatan lebih lanjut.

@lina

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.