- Amartha merupakan perusahaan pertama yang melestarikan hutan asli dengan metode Miyawaki di DKI Jakarta
VISI.NEWS | JAKARTA - PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), prosperity platform yang menghadirkan layanan
keuangan inklusif untuk
ekonomi akar rumput melalui
teknologi dan prinsip keberlanjutan, berkomitmen untuk mereduksi emisi karbon melalui inisiatif penanaman
pohon. Inisiatif di bawah pilar keberlanjutan Amartha Lestari ini, diwujudkan dengan membangun
kembali ekosistem hutan asli di area kantor pusat Amartha.
Komitmen ini bertujuan untuk melestarikan
lingkungan dan menjaga ketersedian
air tanah yang berkelanjutan.
Amartha menggandeng sebuah organisasi yang
fokus pada pelestarian ekosistem hutan asli yakni Junglo.
Kolaborasi ini menjadikan Amartha sebagai perusahaan pertama yang melakukan penanaman hutan dengan spesies pohon asli, dengan metode Miyawaki
di Jakarta.
Aria Widyanto, Chief Risk & Sustainability Officer Amartha, dalam keteragan tertulis kepada
VISI.NEWS, Jumat (17/11/
2023), menyampaikan, “Amartha terus berupaya untuk menciptakan dampak bagi lingkungan dan
sosial yang berkelanjutan dengan berbagai inisiatif, salah satunya penanaman pohon. Setelah menanam ribuan pohon mangrove selama dua tahun berturut-turut, kali ini Amartha kembali melestarikan lingkungan dengan penanaman hutan asli. Kami percaya, keberadaan hutan asli menjadi
penting karena kita bisa mengembalikan ekosistem asli dari lahan yang kita tempati. Ini sejalan dengan komitmen Amartha untuk menjadi net zero company pada tahun 2060 mendatang, dan mereduksi emisi karbon sebesar 30 persen pada tahun 2030”.
Melalui inisiatif ini, Amartha menanam bibit pohon trembesi dan beberapa varian tanaman lainnya yang sudah disesuaikan dengan karakter lahan
lokasi penanaman. Mengingat luas lahan di Jakarta yang cukup terbatas, Amartha bersama Junglo menggunakan metode Miyawaki, yakni metode penanaman hutan dengan jarak yang cukup
rapat sehingga pemanfaatan lahan bisa lebih maksimal dan pertumbuhan pohon lebih pesat. Metode Miyawaki juga menekankan pada kombinasi empat jenis tanaman tiap satu meter persegi.
Mauricio Camacho, Founder Junglo, menyampaikan, “Junglo sangat mendukung komitmen Amartha dalam mereduksi karbon melalui inisiatif penanaman hutan asli. Metode Miyawaki ini sangat cocok diterapkan di Jakarta karena membuktikan bahwa
pelestarian hutan dapat dilakukan di lahan yang terbatas. Karena hutan di Amartha ini merupakan hutan dengan metode Miyawaki pertama, harapannya kolaborasi dengan Amartha dapat menjadi inspirasi bagi pihak lainnya untuk melakukan penanaman hutan semula tanpa khawatir akan keterbatasan lahan”.
Selain melakukan penanaman hutan asli di area kantor pusat Amartha di Jakarta Selatan, Amartha juga mendonasikan bibit pohon trembesi di wilayah
Desa Krecek,
Jawa Tengah. Pohon trembesi dipilih karena memiliki kemampuan untuk menjaga
kualitas air tanah lebih baik dibanding jenis pohon lainnya.
“Amartha percaya, kontribusi pada lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan langkah yang besar. Penanaman pohon di kantor pusat kami dan di wilayah Desa Krecek merupakan pilot project yang sangat berpotensi untuk terus dijalankan sesuai komitmen Amartha. Untuk itu, Amartha mengajak setiap individu untuk melestarikan lingkungan, bahkan dengan langkah yang sederhana pun, itu akan sangat berarti bagi semesta”,
tutup Aria.
@mpa