Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 SMA Taruna Nusantara Buka Rekrutmen P3 2026, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Komisi X DPR Minta Mendikdasmen Evaluasi Kurikulum Pendidikan

Desi Rossilawati
Selasa, 26 Agustus 2025 | 20:39 WIB
Bagikan
Komisi X DPR Minta Mendikdasmen Evaluasi Kurikulum Pendidikan
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Dedi Wahidi, mendesak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti untuk mengevaluasi kurikulum yang berlaku saat ini. Ia menilai masih banyak siswa SMP yang belum menguasai kemampuan berhitung dasar. Dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (26/8/2025), Dedi mencontohkan kasus di Jawa Barat, termasuk di Indramayu, di mana sejumlah siswa SMP tidak mampu melakukan penjumlahan maupun perkalian sederhana. “Tolong dievaluasi Pak Menteri, ini salah siapa, apa salah kurikulum? Sekolah-sekolah mengejar kurikulum barat, calistung (baca tulis hitung) ditinggalkan, padahal yang pokok dasar itu calistung,” tegasnya. Senada, anggota Komisi X Fraksi Gerindra, La Tunrung, menyoroti kasus siswa SD kelas 3 yang belum bisa membaca. Menurutnya, pemerintah perlu menetapkan standar minimal kemampuan belajar di setiap jenjang pendidikan. “Harus sudah ada standar untuk membuat sekolah itu, dengan standar-standar tertentu, sehingga misalnya kelas 1 harus sudah pandai membaca, kelas 2 harus sudah pandai berhitung sampai angka berapa,” ujarnya. Menanggapi hal itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengakui masih ada tantangan dalam peningkatan literasi dan numerasi. Ia menyebut pemerintah telah menjalankan 'Gerakan Numerasi Nasional' dan mulai tahun depan akan digelar tes kemampuan akademik bagi siswa SD dan SMP. Tes tersebut, kata Mu’ti, bukan penentu kelulusan, melainkan pemetaan kemampuan dasar. Selain itu, mulai tahun 2025, pada masa MPLS siswa baru akan mengikuti asesmen literasi, numerasi, serta bakat-minat. Sementara untuk SMA dan SMK, tes akademik akan dimulai November 2025 secara sukarela. Kebijakan ini, menurut Mu’ti, sudah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.