Komisi VI DPR Minta Perbankan Siaga Penuh Hadapi Lonjakan Transaksi Nataru 2025

ED
Minggu, 7 Desember 2025 | 14:08 WIB
Bagikan
Komisi VI DPR Minta Perbankan Siaga Penuh Hadapi Lonjakan Transaksi Nataru 2025

VISI.NEWS | BADUNG - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Komisi VI DPR RI menegaskan perlunya kesiapan penuh sektor perbankan untuk menjaga kelancaran transaksi masyarakat. Dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Badung, Bali, DPR menyoroti potensi lonjakan mobilitas, peningkatan kebutuhan uang tunai, hingga intensitas penggunaan layanan digital di pusat-pusat wisata, akhir pekan kemarin.

Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erma Rini, menyatakan bahwa perbankan nasional harus mengantisipasi dua periode dengan puncak transaksi terbesar setiap tahun, yaitu libur Nataru dan Lebaran. Menurutnya, seluruh layanan seperti ATM, mobile banking, sistem pembayaran, hingga layanan operasional 24/7 harus dipastikan stabil tanpa gangguan.

“ATM bukan hanya soal mesinnya. Ada potensi kartu tertelan, kejahatan jalanan, mobile banking down saat beli tiket wisata. Semua harus dimitigasi,” tegas Anggia, menyoroti berbagai risiko yang kerap muncul pada periode liburan panjang.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi VI memperdalam kesiapan sejumlah bank besar, di antaranya Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, BP BUMN, serta Danantara. Bank Mandiri melaporkan bahwa sistem teknologi informasinya mampu menangani lonjakan transaksi hingga 24 kali lipat dari puncak transaksi Nataru. Mandiri juga telah menguatkan dual data center active-active yang diawasi selama 24 jam penuh serta menyiapkan Rp44 triliun uang kartal untuk periode 1 Desember 2025–2 Januari 2026.

Bank Mandiri turut menambah cabang piket pada 27–28 Desember untuk memastikan layanan tetap tersedia di masa liburan. Langkah ini dinilai penting mengingat Bali menjadi salah satu titik wisata terbesar dan paling padat saat Nataru, sehingga permintaan layanan perbankan diprediksi melonjak signifikan.

BNI, dalam laporannya kepada Komisi VI, menyiapkan Rp19,51 triliun kas nasional dan Rp1,2 triliun kebutuhan kas khusus Bali. Selain penambahan teknisi dan preventive maintenance pada seluruh jaringan ATM, BNI juga menugaskan 54 hingga 64 personel PIC pada hari-hari puncak untuk memastikan respons cepat jika terjadi gangguan layanan.

Dari pihak Danantara, SVP Insurance Business Performance Asset Optimization PT Danantara Aset Manajemen, Nora Osloi Sinaga, menegaskan bahwa seluruh BUMN perbankan memiliki kewajiban tidak hanya menjaga performa, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan ketika lonjakan transaksi terjadi. “Dalam event Nataru ini kompleksitas meningkat. Semua BUMN harus siap dari SDM, sistem, hingga aplikasi,” ujarnya.

Komisi VI menambahkan bahwa pengawasan menjelang Nataru akan difokuskan pada jaminan keamanan transaksi, kecukupan uang tunai, dan kelancaran layanan digital. DPR menekankan bahwa stok uang tunai nasional pada Desember 2025 diproyeksikan naik 3 persen atau mencapai Rp41,2 triliun sehingga perlu dikelola secara cermat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata.

Dengan evaluasi mendalam terhadap kesiapan perbankan ini, Komisi VI memastikan pengawasan akan terus dilakukan agar seluruh layanan finansial, baik tunai maupun digital, tetap aman, stabil, dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa libur akhir tahun.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.