Koalisi Masyarakat Sipil Sampaikan Pesan RPP KEN ke Fraksi Demokrat
“Belum lagi kerugian akibat polusi dari pembangkit fosil yang jumlahnya sangat besar dan memberikan dampak langsung ke masyarakat, di lokasi pembangkit tersebut beroperasi. Riset lainnya dari CREA mengingatkan kita akan polusi yang dihasilkan 10 PLTU di Banten, yang menyebabkan biaya ekonomi sampai Rp71,3 triliun per tahun,” ujar Beyrra Triasdian, Manager Energi Terbarukan Trend Asia.
Koalisi juga meminta revisi KEN mengakomodasi kebutuhan pemerintah daerah sebagai aktor penting dalam dekarbonisasi, dengan melakukan peningkatan. Hal ini penting karena pemda akan menjadi penyusun sekaligus pelaksana Rencana Umum Energi Daerah yang merupakan turunan pelaksanan KEN di daerah masing-masing.
Mahawira Singh Dillon, perwakilan dari TransisiEnergiBerkeadilan.id, menambahkan bahwa transisi ke energi terbarukan akan mencetak jauh lebih banyak lapangan pekerjaan. Hal ini penting agar bonus demografi yang sedang dialami Indonesia tidak berubah menjadi bom waktu bencana demografi.
“Opsi pembangkitan energi terbarukan terbukti menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan ketimbang opsi energi fosil, seperti ditunjukkan dalam laporan tahunan US Energy Employment & Employment Jobs Report oleh Departemen Energi Amerika Serikat, sekalipun bauran energi fosil masih lebih besar. Selain itu, penelitian UKERC (UK Energy Research Centre) tahun 2022 menunjukkan, energi terbarukan menciptakan sekitar tiga kali jumlah pekerjaan yang dihasilkan energi fosil per satuan investasi yang sama,” kata Wira.
Dalam audiensi tersebut, kata Wira, Fraksi Demokrat menerima masukan-masukan yang disampaikan oleh Koalisi Transisi Energi Berkeadilan, terutama terkait penegasan komitmen terhadap transisi energi dalam draf KEN. Fraksi Demokrat juga menyatakan niat bertanya lebih lanjut ke pemerintah tentang penurunan target bauran energi terbarukan dalam draf tersebut.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!