Klaim Cak Imin Dapat Restu Kiai PBNU, Gus Yahya : Tak Ada Capres dan Cawapres Atas Nama NU

ED
Minggu, 3 September 2023 | 04:56 WIB
Bagikan
Klaim Cak Imin Dapat Restu Kiai PBNU, Gus Yahya : Tak Ada Capres dan Cawapres Atas Nama NU

VISI.NEWS | BANDUNG - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bantah berikan restu kepada Muhaimin Iskandar sebagai Calon Wakil Presiden (Capres) yang berpasangan dengan Calon Presiden (Cawapres) Partai Nasdem Anies Baswedan.

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Stafuq yang juga didampingi petinggi-petinggi PBNU dalam keterangan video yang diunggah di akun youtube @TVNU pada Sabtu (2/9/2023).

"Tidak ada calon atas nama NU, saya ulangi ya bahwa tidak ada calon presiden maupun calon wakil presiden 2024 atas nama NU," kata KH. Yahya

Adapun yang mengaku sebagai calon menurutnya, itu merupakan kredibiltas, kapasitas, dan track record pribadinya sendiri, dan tidak mewakili PBNU.

"Kalau ada klaim bahwa kiai-kiai PBNU merestui, itu sama sekali tidak benar karena tidak pernah ada pembicaraan sama sekali selama ini soal pencalonan capres dan cawapres, karena itu diluar domain kami sebagai organisasi keagamaan kemasyarakatan," ujarnya.

"Silahkan kalau itu domain partai politik, ya berjuang saja, tunjukan kepada rakyat, tapi kami tidak menyatakan atau menyarankan sikap harus mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres, yang mengaku NU itu bukan hanya Ketum PKB saja, Mahfud MD juga sering mengaku dirinya dari NU, Bu Khofifah NU dan banyak lagi, ya silahkan saja," imbuhnya.

Lebih lanjut, Gus Yahya sapaan akrabnya itu, mengungkapkan bahwa sejak dulu, fenomena menjelang tahun politik banyak yang mengaku-mengaku mengatasnamakan Calon Presiden atau Wakil Presiden dari NU.

"Menurut dari para peneliti survey salah satunya alvara research menyatakan hingga saat ini 59,2 persen dari semua populasi muslim Indonesia mengaku sebagai pengikut NU, jadi kita menghadapinya sudah biasa saja, dan jangan pernah melibatkan kekuatan NU dengan politik praktis, " ujarnya.

Dirinya mengatakan bahwa sesuai keputusan Muktamar, PBNU tidak bisa menempatkan diri sebagai kompetitor didalam situasi politik saat ini.

"Yang kami lakukan kalau diperlukan, melakukan pendidikan kepada rakyat, tetapi sejauh ini menurut kami rakyat dan warga NU sudah pada cerdas, enggak perlu di ajari, walaupun mau kumpul-kumpul sekian banyak kiayi misalnya, itu saya kira bisa cek bulak balik ya tetep saja warga punya pilihannya sendiri-sendiri, dan kita semua harus saling menghormati, " katanya.

"Saya sendiri sebagai ketum PBNU beserta teman teman semua di Rois juga punya sikap yang sama, kami tidak mau di cocok-cocokan, diseret kesana kemari warga NU ya tidak mau lah, kita hanya serukan untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab dan masing-masing," tambahnya.

Sebelumnya, kabar beredar di media massa Cak Imin mendapatkan restu menjadi Calon Wakil Presiden dari para ulama dan kiayi PBNU, klaim tersebut salah satunya disampaikan oleh Wakil Sekjen PKB, Saiful Huda. @gvr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.