Kisah Ulama Tarim Tentukan 1 Syawal dengan Melihat Hilal dan Mimpi Rasulullah
Habib kemudian menerima pendapat khatib, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih pada khatib yang telah mengingatkannya. Habib pun kemudian membatalkan puasanya dan berangkat ke masjid bersama khatib untuk melaksanakan shalat 'Ied bersama masyarakat Tarim.
Dari kisah tersebut dapat diambil beberapa hikmah, di antaranya adalah tidak mempublikasikan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, sebagaimana yang dilakukan habib, Ia mempunyai keyakinan berbeda tanpa mempublikasikannya kepada orang luar.
Habib juga punya sikap inklusif dan terbuka sehingga bisa menerima pendapat pihak lain yang dinilai lebih sahih dan terverifikasi. Selain itu, kisah tersebut juga mengajarkan tentang pentingnya tabayun atau klarifikasi. Khatib tidak langsung memberikan penilaian negatif tanpa melakukan tabayun terlebih dahulu.@mpa/nu.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!