Kisah Ulama Tarim Tentukan 1 Syawal dengan Melihat Hilal dan Mimpi Rasulullah

ED
Kamis, 20 April 2023 | 07:05 WIB
Bagikan
Kisah Ulama Tarim Tentukan 1 Syawal dengan Melihat Hilal dan Mimpi Rasulullah

VISI.NEWS | BANDUNG - Setelah berhasil melihat hilal, pihak otoritas di negeri para wali dan habaib, Tarim, Yaman memutuskan bahwa bulan suci Ramadan tahun ini telah berakhir, dan besok dinyatakan sebagai hari raya Idul Fitri.

Para habaib, ulama, dan masyarakat setempat pun menyambutnya dengan suka cita. Di pagi hari, pelaksanaan salat Idul Fitri sudah siap digelar, namun sepertinya ada yang ganjil. Pasalnya, ada salah satu keluarga habib yang terlihat belum hadir di arena salat Idul Fitri. Merasa penasaran, sebelum melaksanakan salat Id, khatib langsung mendatangi keluarga habib yang tidak hadir itu agar bisa mengetahui alasannya.

Ketika sudah sampai di rumah habib, khatib menanyakan kabar, khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sehingga menjadi penghalang untuk hadir dalam melaksanakan salat Id. "Tadi malam aku mimpi bertemu dengan Rasulullah, kemudian aku menanyakan, apakah malam ini sudah masuk Syawal? Rasulullah menjawab: “Tidak", ungkap habib kepada khatib, sebagaimana dikisahkan oleh Habib Ahmad bin Hasan Al-Athas dalam kitab Tadzkirun Nas. (Ahmad bin Hasan Al-Athas, Tadzkirun Nas, , halaman 246-247).

"Makanya pada hari ini saya masih puasa," sambung habib memberikan penjelasan kepada khatib".

Mendengar jawabannya itu, khatib langsung memberikan pandangannya tentang penentuan 1 Syawal. "Engkau melihat Rasulullah dalam keadaan tidur, sementara kami melihat beliau dalam keadaan terjaga dan beliau mengatakan bahwa hari ini sudah masuk syawal," terang khatib kepada habib.

Mendengar pernyataan khatib tersebut, habib sedikit bingung karena belum mengerti maksudnya. Khatib pun melanjutkan pernyataannya. "Apakah Anda tidak mendengar hadits ini?" jelas khatib sambil mengutip hadits:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ

Artinya: "Berpuasalah kalian dengan melihat hilal dan berbukalah (mengakhiri puasa) dengan melihat hilal," "Ya, tentu saya mendengar hadits tersebut," jawab habib. "Engkau melihat Nabi saw dalam keadaan tidur, sementara kami melihat (hadits) Nabi ini dalam keadaan terjaga, diriwayatkan oleh orang-orang terpercaya dari orang-orang terpercaya dan Rasulullah menyampaikannya dalam keadaan terjaga," terang khatib.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.