Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

Kisah Ulama Tarim Tentukan 1 Syawal dengan Melihat Hilal dan Mimpi Rasulullah

ED
Kamis, 20 April 2023 | 07:05 WIB
Bagikan
Kisah Ulama Tarim Tentukan 1 Syawal dengan Melihat Hilal dan Mimpi Rasulullah

VISI.NEWS | BANDUNG - Setelah berhasil melihat hilal, pihak otoritas di negeri para wali dan habaib, Tarim, Yaman memutuskan bahwa bulan suci Ramadan tahun ini telah berakhir, dan besok dinyatakan sebagai hari raya Idul Fitri.

Para habaib, ulama, dan masyarakat setempat pun menyambutnya dengan suka cita. Di pagi hari, pelaksanaan salat Idul Fitri sudah siap digelar, namun sepertinya ada yang ganjil. Pasalnya, ada salah satu keluarga habib yang terlihat belum hadir di arena salat Idul Fitri. Merasa penasaran, sebelum melaksanakan salat Id, khatib langsung mendatangi keluarga habib yang tidak hadir itu agar bisa mengetahui alasannya.

Ketika sudah sampai di rumah habib, khatib menanyakan kabar, khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sehingga menjadi penghalang untuk hadir dalam melaksanakan salat Id. "Tadi malam aku mimpi bertemu dengan Rasulullah, kemudian aku menanyakan, apakah malam ini sudah masuk Syawal? Rasulullah menjawab: “Tidak", ungkap habib kepada khatib, sebagaimana dikisahkan oleh Habib Ahmad bin Hasan Al-Athas dalam kitab Tadzkirun Nas. (Ahmad bin Hasan Al-Athas, Tadzkirun Nas, , halaman 246-247).

"Makanya pada hari ini saya masih puasa," sambung habib memberikan penjelasan kepada khatib".

Mendengar jawabannya itu, khatib langsung memberikan pandangannya tentang penentuan 1 Syawal. "Engkau melihat Rasulullah dalam keadaan tidur, sementara kami melihat beliau dalam keadaan terjaga dan beliau mengatakan bahwa hari ini sudah masuk syawal," terang khatib kepada habib.

Mendengar pernyataan khatib tersebut, habib sedikit bingung karena belum mengerti maksudnya. Khatib pun melanjutkan pernyataannya. "Apakah Anda tidak mendengar hadits ini?" jelas khatib sambil mengutip hadits:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ

Artinya: "Berpuasalah kalian dengan melihat hilal dan berbukalah (mengakhiri puasa) dengan melihat hilal," "Ya, tentu saya mendengar hadits tersebut," jawab habib. "Engkau melihat Nabi saw dalam keadaan tidur, sementara kami melihat (hadits) Nabi ini dalam keadaan terjaga, diriwayatkan oleh orang-orang terpercaya dari orang-orang terpercaya dan Rasulullah menyampaikannya dalam keadaan terjaga," terang khatib.

Habib kemudian menerima pendapat khatib, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih pada khatib yang telah mengingatkannya. Habib pun kemudian membatalkan puasanya dan berangkat ke masjid bersama khatib untuk melaksanakan shalat 'Ied bersama masyarakat Tarim.

Dari kisah tersebut dapat diambil beberapa hikmah, di antaranya adalah tidak mempublikasikan sesuatu yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, sebagaimana yang dilakukan habib, Ia mempunyai keyakinan berbeda tanpa mempublikasikannya kepada orang luar.

Habib juga punya sikap inklusif dan terbuka sehingga bisa menerima pendapat pihak lain yang dinilai lebih sahih dan terverifikasi. Selain itu, kisah tersebut juga mengajarkan tentang pentingnya tabayun atau klarifikasi. Khatib tidak langsung memberikan penilaian negatif tanpa melakukan tabayun terlebih dahulu.@mpa/nu.or.id

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.