Kirab Umbul Donga: Masyarakat Adat Nusantara Bersama Keturunan Pangeran Diponegoro Gelar Ritual Suran Haul Pepunden di Borobudur
Rencananya, ritual ini akan menjadi kegiatan rutin di bulan Suro, baik dalam skala besar maupun sederhana, sebagai upaya melestarikan tradisi yang bermanfaat bagi semua. "Kita coba untuk tetap melestarikan tradisi ini yang namanya 'mikul duwur mendem jero' sebagai wujud rasa hormat kepada leluhur dan orang lain," jelas Nuryanto.
Gus Farid Dipanegaran, salah satu keturunan Pangeran Diponegoro yang tinggal di wilayah Borobudur, mengungkapkan bahwa sekitar 600 jiwa keturunan Pangeran Diponegoro tersebar di wilayah Magelang, khususnya Borobudur. Pangeran Diponegoro memiliki istri di Borobudur dengan keturunan putra wayah Raden Tumenggung Ronggo Prawiro Dipo. Banyak keturunan Raden Tumenggung Ronggo Prawiro Dipo yang menjadi kepala desa atau lurah di wilayah Borobudur.
"Sangat bersyukur, berbangga hati atas inisiasi perhelatan budaya kirab Suran Pepunden oleh Omah Mbudur ini. Semoga kita mendapatkan berkah dari Tuhan dan juga bagi para leluhur," kata Gus Farid Dipanegaran setelah acara tersebut. Usai kirab, prosesi dilanjutkan dengan kembul bujono atau makan bersama sebagai upaya menjalin silaturahmi dan melestarikan tradisi.
@rizalkoswara
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!