KHUTBAH JUMAT | Sya'ban dan Persiapan Menuju Ramadhan
وَالْمَقْصُودُ مِنْ هَذِهِ الْآيَةِ أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَخْبَرَ عِبَادَهُ بِمَنْزِلَةِ عَبْدِهِ وَنَبِيِّهِ عِنْدَهُ فِي الْمَلَأِ الْأَعْلَى بِأَنَّهُ يُثْنِي عَلَيْهِ عِنْدَ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِينَ، وَأَنَّ الْمَلَائِكَةَ تُصَلِّي عَلَيْهِ، ثُمَّ أَمَرَ تَعَالَى أَهْلَ الْعَالَمِ السُّفْلِيِّ بِالصَّلَاةِ وَالتَّسْلِيمِ عَلَيْهِ، لِيَجْتَمِعَ الثَّنَاءَ عَلَيْهِ مِنْ أَهْلِ الْعَالَمِينَ: الْعُلْوِيِّ وَالسُّفْلِيِّ جَمِيعًا
Artinya: “Maksud dari ayat ini ialah Allah Swt mengabarkan kepada hamba-hamba-Nya kedudukan hamba dan Nabi-Nya kepada penduduk langit bahwa Allah memuji Nabi Muhammad di sisi malaikat-malaikatnya. Bahwa malaikat-malaikat-Nya juga bershalawat kepada Nabi. Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan kepada penduduk dunia untuk membaca shalawat dan salam kepada Nabi, agar seluruh pujian dari keduanya berkumpul pada Nabi”.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Menurut Syekh Muhammad bin Alawi bin Abbas Al-Maliki dalam kitab Madza fî Sya’ban halaman 25, ayat tersebut turun pada bulan Sya’ban. Karena itu, bulan Sya’ban menjadi waktu yang istimewa untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Nabi Muhammad saw. Simak penjelasan Sayyid Muhammad bin Alawi bin Abbas Al-Maliki berikut:
وَمِنْ مَزَايَا شَهْرِ شَعْبَانَ أَنَّهُ الشَّهْرُ الَّذِيْ نَزَلَتْ فِيْهِ أَيَةُ الصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم...وَقَدْ ذَكَرَ ابْنُ أَبِي الصَّيْفِ الْيَمَنِي أَنَّهُ قِيْلَ: إِنَّ شَهْرَ شَعْبَانَ شَهْرُ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم
Artinya: “Di antara keistimewaan bulan Sya’ban ialah bulan Sya’ban merupakan bulan turunnya ayat perintah mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah Saw, Ibnu Abi Shaif al-Yamani menyebutkan bahwa: bulan Sya’ban merupakan bulan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw”.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Tak kalah penting, Sya’ban adalah bulan persiapan menyambut Ramadhan. Di dalamnya tersimpan banyak keberkahan dan kebaikan. Karena itu, umat Islam dianjurkan mengisinya dengan tobat dan memperbanyak amal saleh sebagai bentuk kesiapan spiritual menyambut bulan suci. Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali dalam Kanzun Najah was Surur halaman 149 menyebutkan bahwa Sya’ban adalah bulan yang agung, dikenal dengan limpahan keberkahan dan kebaikannya yang menyeluruh.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!