KHUTBAH JUMAT | Rentetan Peristiwa Jelang Kelahiran Nabi SAW
Padahal sebelumnya, mereka dengan mudahnya mendapatkan kabar langit untuk kembali disebarkan kepada juru ramal dan tukang sihir. Namun setelah Nabi saw. lahir, Allah meminta langit dihalangi dari setan dan dipenuhi penjagaan malaikat, panah-panah api, sehingga mereka tak lagi bisa mendengarnya.
Diriwayatkan, tatkala tak bisa mengakses informasi langit, kaum jin berkumpul dan melaporkan kejadian itu kepada Iblis. Dengan cepat, Iblis menginstruksikan agar kaumnya menyebar ke penjuru bumi, dari barat sampai timur, seraya memastikan apa yang sesungguhnya terjadi. Ternyata, dari pengamatan mereka, ditemukan bahwa di kota Mekah ada seorang bayi yang tengah dikerumuni para malaikat. Bayi itu mengeluarkan sinar dan memancar ke langit.
Para malaikat pun sibuk menyampaikan salam kepada panutan alam yang baru saja dilahirkan. Begitu kejadian tersebut dilaporkan, Iblis sangat menyesalkannya. Sebab, panutan alam telah datang. Artinya, rahmat bagi umat manusia akan terlimpahkan. Sehingga pantas, menurutnya, jin dan setan dihalang-halangi naik ke langit dan mencuri informasinya. (Lihat: Samia Menisi, Jin-jin Muslim Sahabat Nabi, , 2016, halaman 31).
Keempat, beberapa keajaiban yang menimpa Halimah as-Sa‘diyah, ibu persusuan Nabi saw. Kala itu serombongan wanita dari bani Sa‘id datang mencari bayi yang akan disusuinya demi mendapatkan upah dan bayarannya. Termasuk Halimah yang diantar suami beserta bayi mungilnya.
Namun, dua hari berada di Mekah, Halimah belum juga mendapatkan bayi. Yang tersisa hanyalah bayi Muhammad ibn ‘Abdullah. Rupanya bayi yang satu ini tak menjadi pilihan para wanita bani Sa‘id lainnya mengingat kondisinya yang yatim membuat harapan mereka mendapat upah dan bayaran terhapuskan.
Akan tetapi, karena tak mau pulang dengan tangan kosong, akhirnya Halimah sepakat dengan sang suami untuk mengambil bayi yatim bernama Muhammad itu.
Tak diduga, begitu sang bayi diterima, dan dibuka kain bungkusnya, Halimah melihatnya penuh takjub. Wajah sang bayi yang bercahaya membuat dirinya begitu kagum. Karena baru kali itu dirinya mendapatkan bayi yang luar biasa. Tak sampai di situ, begitu si bayi disusui, air susu dari Halimah mengalir deras. Bahkan, unta mereka yang semula kurus seketika menjadi gemuk dan tahan menempuh perjalanan. Sejak itu keberkahan pun berlimpah, tidak hanya kepada keluarga Halimah, tetapi juga kepada kabilahnya. (Lihat: Sirah Ibni Hisyam, Terbitan Maktabah Syirkah al-Babi al-Halabi, jilid 1, halaman 162).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!