KHUTBAH JUMAT | Rasulullah Menjauhi 8 Hal ini
Khutbah Pertama
اَلْØÙŽÙ…ْد٠لÙلّٰه٠رَبÙÙ‘ الْعَالَمÙيْنَ، وَبÙه٠نَسْتَعÙيْن٠عَلَى Ø£ÙÙ…Ùوْر٠الدÙّنْيَا وَالدÙÙ‘ÙŠÙ’Ù†ÙØŒ وَالصَّلَاة٠وَالسَّلَام٠عَلَى أَشْرَÙ٠اْلأَنْبÙÙŠÙŽØ§Ø¡Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ù…ÙØ±Ù’سَلÙيْنَ، نَبÙÙŠÙّنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù ØµÙŽÙ„ÙŽÙ‘Ù‰ الله٠عَلَيْه٠وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلÙه٠وَأَصْØÙŽØ§Ø¨ÙÙ‡Ù ÙˆÙŽØ§Ù„ØªÙŽÙ‘Ø§Ø¨ÙØ¹Ùيْنَ وَمَنْ ØªÙŽØ¨ÙØ¹ÙŽÙ‡Ùمْ Ø¨ÙØ¥ÙØÙ’سَان٠إÙلىَ يَوْم٠الدÙÙ‘ÙŠÙ’Ù†ÙØŒ أَشْهَد٠أَنْ لَا Ø¥Ùلٰهَ Ø¥Ùلَّا الله ÙˆÙŽØÙ’دَه٠لَاشَرÙيْكَ لَه٠الْمَلÙك٠الْØÙŽÙ‚ÙÙ‘ Ø§Ù’Ù„Ù…ÙØ¨Ùيْن. وَأَشْهَد٠أَنَّ سَيÙّدَنَا Ù…ÙØÙŽÙ€Ù…ÙŽÙ‘Ø¯Ù‹Ø§ عَبْدÙه٠وَرَسÙوْلÙه٠صادÙق٠الْوَعْد٠اْلأَمÙيْن. أَمَّا Ø¨ÙŽØ¹Ù’Ø¯ÙØŒ Ùَيَا Ø£ÙŽÙŠÙّهَا الْØÙŽØ§Ø¶ÙرÙوْنَ Ø§ÙØªÙŽÙ‘Ù‚Ùوا اللهَ ØÙŽÙ‚ÙŽÙ‘ تÙقَاتÙه٠وَلَا تَمÙوْتÙÙ†ÙŽÙ‘ Ø¥Ùلَّا وَأَنْتÙمْ Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùوْنَ. Ùَقَالَ الله٠تَعَالَى : ÙَاÙÙ†ÙŽÙ‘ مَعَ Ø§Ù„Ù’Ø¹ÙØ³Ù’Ø±Ù ÙŠÙØ³Ù’رًاۙ ÛÙ¥ اÙÙ†ÙŽÙ‘ مَعَ Ø§Ù„Ù’Ø¹ÙØ³Ù’Ø±Ù ÙŠÙØ³Ù’رًاۗ ÛÙ¦
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Menjadi kewajiban bagi khatib pada setiap khutbah Jumatnya untuk senantiasa berwasiat takwa kepada jamaah wabil khusus kepada diri khatib pribadi. Oleh karena itu marilah pada kesempatan mulia ini, kita kuatkan komitmen kita untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Di antara wujud ketakwaan itu adalah menjaga hati dan diri kita dari berbagai penyakit yang dapat melemahkan kehidupan, seperti kegelisahan, kesedihan, kemalasan, sifat pengecut, kikir, hingga lilitan utang dan tekanan sesama manusia. Maka, marilah kita mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak doa, memohon perlindungan agar kita terhindar dari hal dan kondisi negatif yang mampu melemahkan semangat juang dalam kehidupan.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Dalam kehidupan ini, setiap kita pasti menghadapi berbagai ujian. Tidak ada satu pun di antara kita yang hidup tanpa masalah. Namun sebagai seorang Muslim yang yakin dan percaya pada takdir Allah, kita tidak dibiarkan tanpa arah. Rasulullah saw telah memberikan panduan ikhtiar dengan doa agar terhindar dari hal-hal negatif yang bisa saja datang setiap saat.
Rasulullah pernah memberikan ijazah doa kepada seorang sahabat beliau dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dalam hadits nomor 1555. Doa ini diberikan ketika pada suatu hari Rasulullah masuk ke masjid dan melihat sahabat Abu Umamah duduk di masjid dan terlihat bingung. Rasulullah pun menyapanya: “Hai Abu Umamah, ada apa aku melihatmu duduk di masjid di luar waktu shalat?” Abu Umamah menjawab, “Kebingungan dan utang-utangku yang membuatku (begini), ya Rasul.”
Kemudian Rasulullah kembali bertanya: “Maukah kamu jika aku ajarkan suatu bacaan yang jika kamu membacanya, Allah akan menghapuskan kebingunganmu dan memberi kemampuan melunasi utang?” Umamah menjawab, “Tentu, ya Rasul.” Beliau melanjutkan, “Jika memasuki waktu pagi dan sore hari, maka bacalah:
اللَّهÙÙ…ÙŽÙ‘ Ø¥ÙÙ†Ùّي أَعÙوذ٠بÙÙƒÙŽ Ù…Ùنْ الْهَمÙÙ‘ وَالْØÙŽØ²ÙŽÙ†ÙØŒ وَأَعÙوذ٠بÙÙƒÙŽ Ù…Ùنْ Ø§Ù„Ù’Ø¹ÙŽØ¬Ù’Ø²Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’ÙƒÙŽØ³ÙŽÙ„ÙØŒ وَأَعÙوذ٠بÙÙƒÙŽ Ù…Ùنْ Ø§Ù„Ù’Ø¬ÙØ¨Ù’Ù†Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ø¨ÙØ®Ù’Ù„ÙØŒ وَأَعÙوذ٠بÙÙƒÙŽ Ù…Ùنْ غَلَبَة٠الدَّيْن٠وَقَهْر٠الرÙّجَالÙ
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, serta dari lilitan utang dan penindasan manusia.”
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Dalam doa ini, disebutkan delapan sikap negatif yang sebaiknya kita hindari agar hidup kita tetap optimis dan bahagia.
Pertama, sikap yang harus dijauhi adalah kegelisahan (al-hamm). Kegelisahan merupakan penyakit hati yang kerap muncul di zaman modern ini. Kita sering cemas memikirkan masa depan atau khawatir tentang hal-hal yang belum tentu terjadi. Akibatnya, ketenangan hati hilang, dan kita sulit menikmati setiap momen hidup.
Kedua, kesedihan yang berlarut-larut (al-huzn). Kesedihan yang berlarut-larut karena masa lalu bisa membuat kita terpuruk. Kita terus terjebak dalam kenangan dan gagal melangkah ke depan.
Ketiga, kelemahan (al-‘ajz). Kelemahan ini bukan hanya lemah fisik, tetapi juga lemah mental. Tidak berani menghadapi tantangan, mudah menyerah sebelum berjuang.
Keempat, kemalasan (al-kasal). Inilah musuh besar dari kesuksesan. Banyak orang punya potensi besar, tetapi gagal karena malas bergerak, malas berusaha, dan malas berubah.
Kelima, pengecut (al-jubn). Sifat ini membuat kita takut mengambil keputusan, takut mencoba, bahkan takut membela kebenaran.
Keenam, kikir (al-bukhl). Kikir bukan hanya soal harta, tetapi juga enggan berbagi kebaikan. Padahal, semakin kita memberi, semakin Allah melapangkan hidup kita.
Ketujuh, lilitan utang (ghalabat ad-dayn). Utang yang menumpuk bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga beban mental yang berat, bahkan bisa merusak kehormatan kita.
Dan kedelapan, penindasan manusia (qahr ar-rijal). Tekanan, kezaliman, atau perlakuan tidak adil dari orang lain dapat membuat hidup terasa sempit dan penuh penderitaan.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Lalu, bagaimana agar kita benar-benar terhindar dari kondisi negatif ini? Sebagai umat Rasulullah, kita tentu harus terus berdoa mendekatkan diri kepada Allah. Kita bisa mengamalkan doa yang telah dicontohkan ini sebagai wirid harian, terutama di pagi dan petang. Selain itu mari kita latih untuk senantiasa berpikir positif dan tawakal. Jangan biarkan kegelisahan menguasai diri.
Kita harus menyadari bahwa apa yang Allah takdirkan pasti yang terbaik. Hidup yang tenang bukan berarti tanpa masalah, tetapi ketika kita memiliki hati yang kuat dalam menghadapi masalah. Dan kekuatan itu lahir dari kedekatan kita kepada Allah. Yakinlah, Allah tidak memberikan beban kecuali kita bisa menanggungnya. Allah berfirman:
وَلَا Ù†ÙÙƒÙŽÙ„ÙÙ‘ÙÙ Ù†ÙŽÙْسًا اÙلَّا ÙˆÙØ³Ù’عَهَاۖ وَلَدَيْنَا ÙƒÙØªÙ°Ø¨ÙŒ يَّنْطÙÙ‚Ù Ø¨ÙØ§Ù„Ù’ØÙŽÙ‚ÙÙ‘ ÙˆÙŽÙ‡Ùمْ لَا ÙŠÙØ¸Ù’Ù„ÙŽÙ…Ùوْنَ Û٦٢
Artinya: “Kami tidak membebani seorang pun, kecuali menurut kesanggupannya. Pada Kami ada suatu catatan yang menuturkan dengan sebenarnya dan mereka tidak dizalimi.” (QS Al-Mu'minun: 62) Semoga Allah menjauhkan kita dari kegelisahan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, pengecut, kikir, lilitan utang, dan penindasan manusia.
Semoga Allah menjadikan kita pribadi yang kuat, sabar, dan penuh keberkahan dalam menjalani kehidupan. Amin ya rabbal ‘alamin.
بَارَكَ الله٠لÙيْ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙمْ ÙÙÙŠ Ø§Ù„Ù’Ù‚ÙØ±Ù’اٰن٠الْعَظÙيْم٠وَنَÙَعَنÙÙŠ وَاÙيَّاكÙمْ بÙمَا ÙÙيْه٠مÙÙ†ÙŽ الْاٰيَات٠وَالذÙّكْر٠الْØÙŽÙƒÙيْم٠وَتَقَبَّلَ Ù…ÙÙ†Ùّيْ ÙˆÙŽÙ…ÙنْكÙمْ تÙلَاوَتَه٠اÙنَّه٠هÙÙˆÙŽ السَّمÙيْع٠الْعَلÙيْمÙ. وَأَسْتَغْÙÙØ±Ù اللهَ الْعَظÙيْمَ Ù„Ùيْ ÙˆÙŽÙ„ÙŽÙƒÙمْ ÙˆÙŽÙ„ÙØ³ÙŽØ§Ø¦ÙØ±Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ù…ÙØ³Ù’Ù„Ùمَات٠Ùَيَا Ùَوْزَ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ³Ù’تَغْÙÙØ±Ùيْنَ وَيَا نَجَاةَ Ø§Ù„ØªÙŽÙ‘Ø§Ø¦ÙØ¨Ùيْنَ
Khutbah Kedua
الْØÙŽÙ…ْد٠لÙلّٰه٠ØÙŽÙ…ْدًا ÙƒÙŽØ«Ùيْرًا كَمَا اَمَرَ، اَشْهَد٠اَنْ لَا اÙلٰهَ اÙلَّا اللّٰه٠وَØÙ’دَه٠لَاشَرÙيْكَ Ù„ÙŽÙ‡Ù Ø§ÙØ±Ù’غَامًا Ù„Ùمَنْ جَØÙŽØ¯ÙŽ Ø¨ÙÙ‡Ù ÙˆÙŽ ÙƒÙŽÙَرَ، ÙˆÙŽ اَشْهَد٠اَنَّ Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù‹Ø§ عَبْدÙÙ‡Ù ÙˆÙŽ رَسÙوْلÙه٠سَيÙÙ‘Ø¯Ù Ø§Ù„Ù’Ø®ÙŽÙ„ÙŽØ§ÙØ¦Ùق٠وَالْبَشَرÙ. اَللَّهÙÙ…ÙŽÙ‘ صَلÙÙ‘ وَسَلÙّمْ عَلَى سَيÙّدÙنَا Ù…ÙØÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø¯Ù ÙˆÙŽ عَلَى اَلÙÙ‡Ù ÙˆÙŽ اَصْØÙŽØ§Ø¨Ùه٠وَسَلÙّمْ تَسْلÙيْمًا ÙƒÙŽØ«Ùيْراً۰ Ø§ÙŽÙ…ÙŽÙ‘Ø§Ø¨ÙŽØ¹Ù’Ø¯ÙØŒ ÙÙŽÙŠÙŽØ§Ø¹ÙØ¨ÙŽØ§Ø¯ÙŽ ï·² اتَّقÙوا اللّٰهَ ØÙŽÙ‚ÙŽÙ‘ تÙقٰتÙه٠وَلَا تَمÙوْتÙÙ†ÙŽÙ‘ اÙلَّا وَاَنْتÙمْ Ù…ÙّسْلÙÙ…Ùوْنَ. وَاتَّقÙوْا النَّارَ وَلَوْ Ø¨ÙØ´ÙÙ‚ÙÙ‘ تَمْرÙ. Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللهَ أَمَرَكÙمْ Ø¨ÙØ£ÙŽÙ…ْر٠بَدَأَ ÙÙيْه٠بÙÙ†ÙŽÙْسÙه٠وَثَنَّى بÙمَلَائÙكَتÙÙ‡Ù Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ³ÙŽØ¨ÙÙ‘ØÙŽØ©Ù بÙÙ‚ÙØ¯Ù’سÙÙ‡ÙØŒ ÙˆÙŽØ£ÙŽÙŠÙّهَا Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùوْنَ Ù…Ùنْ جÙÙ†Ùّه٠وَإÙنْسÙÙ‡ÙØŒ Ùَقَالَ قَوْلًا كَرÙيْمًا: اÙÙ†ÙŽÙ‘ اللّٰهَ وَمَلٰئÙÙƒÙŽØªÙŽÙ‡Ù ÙŠÙØµÙŽÙ„Ùّونَ عَلَى النَّبÙÙ‰ÙÙ‘ØŒ يٰۤـاَيÙّهَا الَّذÙينَ اٰمَنÙوا صَلÙّوا عَلَيْه٠وَسَلÙّمÙوْا تَسْلÙيمًا. اَللّٰهÙÙ…ÙŽÙ‘ اغْÙÙØ±Ù’ Ù„ÙÙ„Ù’Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†Ùيْنَ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØ¤Ù’Ù…ÙÙ†ÙŽØ§ØªÙ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…ÙŽØ§ØªÙØŒ اَلْأَØÙ’ياء٠مÙنْهÙمْ وَاْلاَمْوَاتÙ. اَللَّهÙÙ…ÙŽÙ‘ Ø£ÙŽØµÙ’Ù„ÙØÙ’Ù†ÙŽØ§ ÙˆÙŽØ£ÙŽØµÙ’Ù„ÙØÙ’ Ø£ÙŽØÙ’وَالَنَا، ÙˆÙŽØ£ÙŽØµÙ’Ù„ÙØÙ’ مَنْ ÙÙÙŠ صَلَاØÙÙ‡Ùمْ صَلَاØÙنَا وَصَلَاØÙ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ، وَأْهْلÙكْ مَنْ ÙÙÙŠ هَلَاكÙÙ‡Ùمْ صَلاØÙنَا وَصَلَاØÙ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ، اَللّٰهÙÙ…ÙŽÙ‘ ÙˆÙŽØÙّدْ صÙÙÙوْÙÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ، وَارْزÙقْنَا ÙˆÙŽØ¥ÙيَّاهÙمْ زÙيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإÙÙŠÙ’Ù…ÙŽØ§Ù†ÙØŒ اَللّٰهÙÙ…ÙŽÙ‘ ادْÙَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزÙÙ„ÙŽ ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ù…ÙØÙŽÙ†ÙŽ وَسÙوْءَ اْلÙÙØªÙŽÙ†Ù مَا ظَهَرَ Ù…Ùنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدÙنَا Ø¥ÙنْدÙونÙيْسÙيَّا خآصَّةً ÙˆÙŽØ³ÙŽØ§Ø¦ÙØ±Ù بÙÙ„Ù’Ø¯ÙŽØ§Ù†Ù Ø§Ù’Ù„Ù…ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمÙيْنَ، اللَّهÙÙ…ÙŽÙ‘ Ø¥ÙÙ†Ùّي أَعÙوذ٠بÙÙƒÙŽ Ù…Ùنْ الْهَمÙÙ‘ وَالْØÙŽØ²ÙŽÙ†ÙØŒ وَأَعÙوذ٠بÙÙƒÙŽ Ù…Ùنْ Ø§Ù„Ù’Ø¹ÙŽØ¬Ù’Ø²Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’ÙƒÙŽØ³ÙŽÙ„ÙØŒ وَأَعÙوذ٠بÙÙƒÙŽ Ù…Ùنْ Ø§Ù„Ù’Ø¬ÙØ¨Ù’Ù†Ù ÙˆÙŽØ§Ù„Ù’Ø¨ÙØ®Ù’Ù„ÙØŒ وَأَعÙوذ٠بÙÙƒÙŽ Ù…Ùنْ غَلَبَة٠الدَّيْن٠وَقَهْر٠الرÙّجَالÙ. اَللّٰهÙÙ…ÙŽÙ‘ أَرÙنَا الْØÙŽÙ‚ÙŽÙ‘ ØÙŽÙ‚ًّا وَارْزÙقْنَا اتÙّبَاعَه٠وَأَرÙنَا الْبَاطÙÙ„ÙŽ بَاطÙلًا وَارْزÙقْنَا اجْتÙنَابَهÙ. رَبَّنَا آتÙناَ ÙÙÙ‰ الدÙّنْيَا ØÙŽØ³ÙŽÙ†ÙŽØ©Ù‹ ÙˆÙŽÙÙÙ‰ Ø§Ù’Ù„Ø¢Ø®ÙØ±ÙŽØ©Ù ØÙŽØ³ÙŽÙ†ÙŽØ©Ù‹ ÙˆÙŽÙ‚Ùنَا عَذَابَ النَّارÙ. وَاَلْØÙŽÙ…ْد٠لÙلّٰه٠رَبÙÙ‘ الْعٰلَمÙيْنَ Ø¹ÙØ¨ÙŽØ§Ø¯ÙŽ Ø§Ù„Ù„Ù‡ÙØŒ Ø¥ÙÙ†ÙŽÙ‘ اللهَ ÙŠÙŽØ£Ù’Ù…ÙØ±Ù Ø¨ÙØ§Ù’Ù„Ø¹ÙŽØ¯Ù’Ù„Ù ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ø¥ÙØÙ’Ø³ÙŽØ§Ù†Ù ÙˆÙŽØ¥Ùيْتاء٠ذÙÙŠ Ø§Ù’Ù„Ù‚ÙØ±Ù’بىَ وَيَنْهَى عَن٠اْلÙÙŽØÙ’شاء٠وَاْلمÙÙ†Ù’ÙƒÙŽØ±Ù ÙˆÙŽØ§Ù’Ù„Ø¨ÙŽØºÙ’ÙŠÙ ÙŠÙŽØ¹ÙØ¸ÙÙƒÙمْ لَعَلَّكÙمْ تَذَكَّرÙوْنَ، ÙˆÙŽØ§Ø°Ù’ÙƒÙØ±Ùوا اللهَ اْلعَظÙيْمَ ÙŠÙŽØ°Ù’ÙƒÙØ±Ù’ÙƒÙمْ، ÙˆÙŽØ§Ø´Ù’ÙƒÙØ±Ùوْه٠عَلىَ Ù†ÙØ¹ÙŽÙ…ÙÙ‡Ù ÙŠÙŽØ²ÙØ¯Ù’ÙƒÙمْ، وَلَذÙكْر٠الله٠أَكْبَرÙ
@uli/nu.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!