KHUTBAH JUMAT | Puasa Sebagai Sistem Perlindungan Diri

ED
Jumat, 15 Maret 2024 | 08:35 WIB
Bagikan
KHUTBAH JUMAT |  Puasa Sebagai Sistem Perlindungan Diri

Artinya, “Disebut Muslim sejati adalah ketika orang-orang muslim lain selamat dari lisannya.” (HR Muslim).

Para ulama juga selalu mengingatkan kita: سَلَامَةُ الْإِنْسَانِ فِيْ حِفْظِ اللِّسَانِ

Artinya, “Keselamatan manusia itu tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.” Kita bisa melihat puasa komunikasi seperti ini dalam Al-Quran dicontohkan oleh Sayyidah Maryam binti Imran, ibunda Nabi Isa as:

فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

Artinya, “Maka makan, minum, dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini". (QS Maryam: 26).

Inilah puasa yang Istimewa, yaitu disebut dengan istilah shaum. Menahan diri dari komunikasi yang tidak berguna. Ia bukan sekedar disebut shiyam yang secara praktiknya adalah menahan diri dari makan dan minum.

Bahkan dalam ayat ini disebutkan bahwa Sayyidah Maryam diperintahkan untuk makan dan minum. Namun, berliau justru diperintah Allah untuk berpuasa dari omongan-omongan yang tidak berdampak positif.

Demikian itu pulalah sistem yang Allah buatkan untuk kita dalam rangka melindungi keselamatan kita sendiri. Itulah salah satu makna perlindungan, penjagaan dalam ayat: لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ dan dalam benteng pertahanan atau tameng dalam hadis: اَلصَّوْمُ جُنَّةٌ.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.