KHUTBAH JUMAT | Puasa Sebagai Sistem Perlindungan Diri
Sebagai umat Islam, kita harus memahami bahwa puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga merupakan latihan spiritual untuk membentengi diri kita dari godaan setan dan mendekatkan diri kita kepada Allah.
Karena itulah, Rasulullah sangat ketat dalam hal manajemen makan dan minum kita. Beliau ingin sekali memastikan bahwa makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita bebas dari setan. Karena itu, beliau sering menegur orang yang makan dan minum menggunakan tangan kiri karena cara tersebut adalah cara makan setan. Itulah petunjuk beliau.
Beliau juga menegur keras anak-anak hingga orang dewasa yang kedapatan makan secara terburu-buru sehingga tidak menyebut nama Allah dalam makanannya itu. Beliau pun tertawa lepas Ketika melihat setan memuntahkan kembali makanan yang dibacakan nama Allah di suapan terakhirnya.
Begitulah sistem penjagaan dan perlindungan yang Allah berikan kepada orang-orang yang berpuasa. Terlihat sederhana, melalui manajemen makanan, bukan sekedar soal pola makan, kandungan gizi, melainkan juga kehalalan, kethayyiban, dan juga spiritualitas makanan dan minuman.
Ma'asyiral muslimin rakhimakumullah
Selain puasa konsumsi, syariat puasa juga mengajarkan kita untuk mengendalikan lidah kita dalam berkomunikasi. Dengan menahan diri dari berkata-kata yang tidak bermanfaat atau menyakiti orang lain, kita dapat menjaga diri kita dari godaan setan yang masuk melalui komunikasi. Setan akan masuk melalui komunikasi buruk seperti penghinaan, caci maki, kata-kata kotor, hasud, adu domba, ghibah, menyebarkan isu yang tidak jelas kebenarannya.
Semua itu adalah bersumber dari lisan, melalui komunikasi. Dengan puasa, keselamatan kita pun terjaga. Kita ingat bahwa puasa itu mengajarkan kita untuk menata komunikasi kita supaya selalu positif. Karena, puasa tidak hanya mengajarkan diri untuk menahan diri dari makan dan minum saja, melainkan juga menahan diri dari omongan-omongan yang tidak berguna.
Sedangkan, omongan yang tidak berguna berpotensi besar mengganggu diri dan orang lain. Sebagaimana Rasulullah tegaskan bahwa: الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ (رواه مسلم)
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!