KHUTBAH JUMAT | Puasa Sebagai Sistem Perlindungan Diri
Bahkan, bangunan keislaman bisa roboh jika sampai tiang puasa ini diingkari, dikufuri, tidak dipercaya sebagai syariat Islam.
Ma'asyiral muslimin rakhimakumullah
Di antara makna ayat: لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ dan hadis اَلصَّوْمُ جُنَّةٌ adalah puasa melindungi dan menjaga kita dari godaan setan yang selalu menjauhkan kita dari Allah. Puasa menjadi benteng yang melindungi kita dari masuknya setan ke dalam jiwa kita. Puasa, sebagai salah satu rukun Islam, memiliki hikmah dan tujuan yang mendalam yang harus kita pahami.
Sebagaimana yang disebutkan dalam hadis yang mulia, bahwa puasa memiliki maqashid (tujuan-tujuan) yang mulia. Salah satu tujuan puasa adalah untuk membentengi diri kita dari godaan setan.
عَنْ صَفِيَّةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِيْ مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ. (أخرجه البخاري ومسلم)
Artinya, "Diriwayatkan oleh Ibunda Shafiyyah ra, sungguh Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya setan mengalir dalam tubuh anak Adam seperti mengalirnya darah." Atau bisa juga kita terjemahkan “Sesungguhnya setan itu masuk ke dalam jiwa manusia melalui aliran darah.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Hikmah yang terkandung dalam sabda Rasulullah saw adalah untuk mengingatkan kita bahwa setan masuk ke dalam tubuh manusia melalui jalan peredaran darah. Alat peredaran darah ini tergantung pada bahan bakarnya, yaitu makanan dan minuman yang kita konsumsi. Karena itu, pintu masuk utama setan ke dalam tubuh manusia adalah melalui mulut.
Setan menggunakan dua jalur utama untuk masuk ke dalam tubuh manusia, yaitu melalui konsumsi makanan dan komunikasi. Pertama, melalui makanan dan minuman yang haram, kotor, tidak halal, dan tidak thayyib. Kedua, melalui kata-kata yang keluar dari mulut kita setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!