KHUTBAH JUMAT | Pegang Teguh Agama Allah

ED
Jumat, 4 Oktober 2024 | 04:17 WIB
Bagikan
KHUTBAH JUMAT | Pegang Teguh Agama Allah

Imam As-Suyuthi menjelaskan bahwa maksud dari ayat di atas ialah perintah untuk berpegang teguh dengan agama Allah dan tidak bercerai berai setelah masuk ke dalam Islam. Allah juga memerintahkan untuk selalu mengingat nikmat-nikmat-Nya.

Dalam ayat ini, Imam As-Suyuthi menjelaskan bahwa perintah untuk mengingat nikmat Allah ditujukan untuk dua suku besar pada zaman Nabi saw yang bertikai dalam jangka waktu yang lama yaitu Aus dan Khazraj.

Kedua suku tersebut kemudian masuk Islam dan menjadi saudara. Allah memberikan nikmat kepada mereka dengan mempersatukan hati mereka dalam persaudaraan sesama muslim. Selain juga, Allah mengingatkan kepada mereka nikmat berupa diberi hidayah sehingga masuk Islam dan diselamatkan dari api neraka.

Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Tafsir Al-Kabir juz VIII halaman 311 menyimpulkan, maksud dari tali Allah pada ayat di atas ialah segala sesuatu yang dapat menjadi perantara melakukan kebaikan di jalan agama. Karenanya, para ahli tafsir memiliki pemaknaan yang beragam.

Ibnu Abbas misalnya, memaknai tali Allah dengan janji Allah yang harus dipenuhi oleh manusia yang juga tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 40 dan Al-Imran ayat 112. Beberapa makna dari tali Allah juga dijelaskan oleh ahli tafsir lain. Di antaranya yaitu Al-Qur’an, agama Allah, taat kepada Allah, ikhlas dalam tobat, ataupun bersatu dalam jamaah.

Jamaah salat Jumat yang dimuliakan Allah

Dari semua makna yang disebutkan oleh ulama ahli tafsir, Imam Ar-Razi menjelaskan bahwa semuanya merupakan tali-tali Allah yang harus dipegang teguh untuk mengarungi dunia dan selamat dari panas neraka Jahanam. Adapun makna larangan bercerai-berai pada ayat, Imam Ar-Razi menjelaskan bahwa ada tiga (3) makna kemungkinan maksud darinya: Maksudnya ialah larangan berselisih dalam agama, sebab kebenaran dalam agama hanya satu, dan selainnya merupakan kesesatan.

Larangan untuk saling bertikai dan bermusuhan. Sebab saat ayat turun, banyak dari bangsa Jahiliyah bertikai dan berperang satu sama lain. Larangan berpecah-belah dan menghilangkan kasih sayang serta cinta. Hal ini merujuk pada beberapa riwayat hadits.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.