KHUTBAH JUMAT | Parenting dalam Islam

ED
Jumat, 25 Agustus 2023 | 08:12 WIB
Bagikan
KHUTBAH JUMAT | Parenting dalam Islam

Artinya. “Athaf atas makna yang sebelumnya, kami berikan kebijaksanaan kepada Luqman ketika kami menjadikannya bersyukur dalam dirinya dan ketika kami menjadikannya sebagai pemberi nasehat kepada orang lain. Hal ini dikarenakan tingginya derajat manusia adalah dengan menjadi sempurna dalam dirinya sendiri dan menjadi pelengkap bagi orang lain."

Lebih jauh lagi, Komunikasi antara orang tua dan anak adalah cara untuk mengajarkan moral dan etika Islam kepada generasi muda. Melalui diskusi, cerita-cerita, dan contoh nyata, orang tua dapat mengilhami nilai-nilai seperti kejujuran, kasih sayang, kesabaran, dan kerja keras dalam diri anak-anak. Ini adalah kesempatan bagi orang tua untuk berbagi hikmah dari pengalaman hidup mereka dan memberikan panduan dalam menghadapi situasi sulit.

Di sisi lain, komunikasi yang baik juga merupakan fondasi kuat untuk membangun hubungan keluarga yang harmonis. Dalam Islam, keluarga dianggap sebagai unit penting dalam masyarakat dan dihormati sebagai lingkungan yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan spiritual dan sosial. Komunikasi yang terbuka dan penuh kasih sayang membantu mengatasi konflik dan memperkuat ikatan antara anggota keluarga.

Praktik ini sendiri telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim ketika mengajarkan pentingnya iman kepada anak-anaknya. Dalam Al-Qur’an surat As-Saffat ayat 102, yang menjelaskan tentang kesuksesan Nabi Ibrahim dalam mendidik anaknya, Ismail untuk beriman dan patuh pada perintah Allah. Ismail menjadi anak yang shaleh dan patuh pada perintah orang tuanya, dan juga perintah Allah. Hal itu tidak terlepas dari komunikasi yang baik antara ayah dan anaknya. Allah berfirman:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.