KHUTBAH JUMAT | Mewaspadai Syirik Era Modern
فَمَنْ كَانَ حَالِفاً فَلْيَحْلِفْ بِاَللَّهِ, أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barangsiapa bersumpah, hendaknya bersumpah dengan nama Allah atau diam.”
Diriwayatkan juga oleh at-Tirmidzi dari Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ
“Siapa yang bersumpah dengan nama selain Allah, ia telah melakukan kekufuran atau kesyirikan.”
Keenam: Berobat dengan menggunakakan batu-batu tertentu atau tenaga dalam. Ini juga merupakan bentuk kesyrikan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ، أَقُوْلُ مَا تَسْمَعُوْنَ، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلَّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ؛ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ. @fen/sumber: khotbahjumat.com
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!