KHUTBAH JUMAT | Mewaspadai Syirik Era Modern
Siapa kita ini dibanding dua kekasih Allah, Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad? Oleh karena itu, kita wajib bertawak dan terus mendidik diri kita, anak-anak kita, istri kita, dan orang-orang yang kita cintai, agar berhati-hati dari kesyirikan. Memotivasi mereka untuk senantiasa mempelajarinya. Menyebarkan pemahaman tentang tauhid yang benar.
Ibadallah,
Tersebar di tengah masyarakat kita perkara-perkara yang bertentangan dengan tauhid. Hal itu bisa dalam bentuk syirik besar atau syirik kecil. Di antara bentuk kesyirikan tersebut adalah:
Pertama: Menyembelih untuk selain Allah, berdoa dan meminta pertolongan kepada selain-Nya. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَاي وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162) لا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.
Kedua: Sihir dan jampi-jampi.
Di antara bentuk sihir di sini adalah pelet. Membuat orang lain jatuh cinta pada orang yang tidak disenangi. Atau membuat orang benci pada yang dia cintai sehingga terjadi perceraian. Ini adalah kekufuran. Allah Ta’ala berfirman,
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!