KHUTBAH JUMAT | Mewaspadai Syirik Era Modern
Ibadullah,
Seorang hamba yang meninggalkan perintah seperti kewajiban berpuasa dan berzakat. Atau melakukan yang diharamkan seperti riba dan zina, mereka berada dalam bahaya besar. Namun dosa-dosa ini ada peluang diampuni Allah seandainya pelakunya meninggal belum bertaubat. Namun saat seseorang tidak bertauhid dan jatuh pada kesyirikan, kematian mereka belum sempat bertaubat, tidak akan Allah ampuni. Seperti seseorang menyembelih untuk selain Allah, dll. allah Ta'ala berfirman,
إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.”
Dan juga firman-Nya,
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” .
Ini menunjukkan betapa pentingnya tauhid dan bahayanya syirik besar maupun kecil. Oleh karena itu, pantas sekali kita bersungguh-sungguh dalam mempelajari tauhid dan mewaspadai syirik.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!