KHUTBAH JUMAT | Merenungi Besarnya Kasih Sayang Allah
Apa yang Allah takdirkan untuk kita pasti baik. Ada orang yang mengetahui dan mendapatkan hikmah dan ganti di balik masalah yang menimpa mereka. Dan ada pula orang yang tidak mengetahui hikmahnya dan Dia simpan gantinya di akhirat kelak bagi mereka yang rida.
وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
Sebagian orang kalau ditimpa musibah, ia akan mengeluh dan merengek. Bahkan sebagian dari mereka mengatakan, “Kenapa Tuhan berbuat seperti ini padaku”?
Demi Allah, tidaklah setiap musibah yang kita rasakan, baik pada diri kita, anak kita, dan harta kita, melainkan datang dari Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan dalam musibah tersebut terdapat kebaikan yang besar, kalau kita menghadirkan dan mengingat rasa kasih sayang Allah dan ridha dengan takdir yang Dia tetapkan.
Allah Taala berfirman,
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأَرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ * لِكَيْلا تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!