KHUTBAH JUMAT | Menggapai Pahala Haji Meskipun Belum Berkesempatan ke Tanah Suci
عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللّٰهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ
Artinya: Dari Anas, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka dia mendapatkan pahala seperti haji dan umrah.” Anas melanjutkan, Rasulullah bersabda: “Sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi)
Muhammad bin Abdul Hadi as-Sindi dalam kitab Hasyiatus Sindi ‘ala Sunan at-Tirmidzi, jilid 1, halaman 515, menjelaskan, bahwasanya sabda Nabi Saw yang mengatakan, “Sempurna, sempurna, sempurna.” di penghujung hadits tersebut mengisyaratkan kesempurnaan sifat pahala yang diperoleh dari setiap ibadah yang telah disebutkan. Yakni, mulai dari sholat subuh, duduk i’tikaf, dan shalat sunnah syuruq. Selain itu, pengulangan kata menandakan penegasan makna.
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Selanjutnya, amalan kedua yang pahalanya setara dengan haji, umrah, dan jihad sekaligus adalah berbakti kepada orang tua. Sebagaimana hal ini diterangkan oleh Rasulullah Saw dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, bersumber dari Anas bin Malik RA:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: إِنِّي أَشْتَهِي الْجِهَادَ وَلَا أَقْدِرُ عَلَيْهِ قَالَ: فَهَلْ بَقِيَ أَحَدٌ مِنْ وَالِدَيْكَ فَقَالَ: أُمِّي قَالَ: فَابْلُ اللّٰهَ عُذْرًا فِي بِرِّهَا ، فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَأَنْتَ حَاجٌّ وَمُعْتَمِرٌ وَمُجَاهِدٌ إِذَا رَضِيَتْ عَنْكَ أُمُّكَ، فَاتَّقِ اللّٰهَ وَبَرَّهَا
Artinya: Dari Anas bin Malik, ia berkata, seorang laki-laki datang kepada Nabi Saw dan mengatakan: “Sungguh, aku ingin berjihad tetapi aku tidak mampu.” Nabi Saw bertanya: “Apakah masih ada orang tuamu yang hidup?” Ia menjawab: “Ibuku.” Nabi Saw bersabda: “Allah menerima udzurmu dengan berbakti kepadanya, maka sesungguhnya jika kamu lakukan itu, kamu seperti orang yang berhaji, berumrah, dan berjihad.'" (HR. Thabrani)
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!