KHUTBAH JUMAT | Makna dan Nilai Haji Mabrur
Dari pengertian tersebut haji mabrur mempunyai dua dimensi, yaitu hablum minallaah (vertikal) dengan melaksanakan aturan haji (manasik) sesuai dengan ketentuan Allah SWT. dan RasulNya serta dimensi hablum minannaas (horizontal) dengan mengamalkan hikmah dari ibadah haji kepada sesama dalam bentuk kepedulian sosial sekembalinya ke tanah air.
Perwujudannya dapat dilihat dari tutur kata dan sikapnya yang lebih baik dari sebelumnya.
Haji yang mabrur ialah haji yang dalam diri individu tersebut mampu menumbuhkan dan meninggikan keimanan kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab, para nabi.
Keimanan yang menguatkan keyakinan bahwa hidup di dunia itu sementara yang kemudian ia implementasikan dengan menginfakkan sebagian hartanya untuk bekal akhirat, meningkatnya kualitas ibadah shalat, mewujudkan akhlaknya semakin luhur yang terejawantahkan dengan berupaya untuk menunaikan segala janji kepada Allah sebagai hamba dan menepati janjinya kepada sesama manusa serta bersabar dalam menghadapi berbagai macam ujian dan cobaan.
Makna kata al barra yang artinya berbuat baik atau patuh kemudian menjadi masdhar kata mabrur dengan makna orang yang mendapatkan kebaikan atau menjadi baik, adalah bagaimana individu tersebut mampu mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan dirinya dengan jalan menafkahkan harta kepada orang miskin, anak yatim dan orang-orang yang kekurangan secara ekonomi.
Hal tersebut merupakan karakter yang menonjol yakni kedermawanan dan kepekaan sosial.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Dengan pemahaman di atas ada dua indikasi haji dikatakan mabrur, yakni pertama kemabruran haji dalam ubudiah dapat diaktualisasikan melalui beberapa amalan, baik mahdhah maupun ghair mahdhah, seperti salat, zakat, puasa, sabar, syukur, dan jujur.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!