KHUTBAH JUMAT | Makna dan Nilai Haji Mabrur
وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
Artinya: (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu109) mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam. (QS Ali Imran: 97)
Haji merupakan ibadah yang sangat unik dengan berbagai aspek yang harus dipersiapkan seperti biaya yang sangat besar dan resiko tidak ringan, tenaga yang dikeluarkan juga memerlukan persiapan yang besar.
Walaupun demikian jumlah yang menginginkan berangkat haji setiap tahunnya selalu melebihi kuota. Berapa banyak orang yang menjual rumah maupun tanahnya untuk berangkat haji. Maka sudah sewajarnya kalau faedah di balik ibadah haji lebih besar dari segala pengorbanan tersebut.
Hal ini dirasakan oleh ribuan bahkan jutaan manusia yang pernah melakukan haji, hanya kuat dan lemahnya nilai yang mereka dapatkan berbeda antara satu sama yang lainnya.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Dengan banyaknya yang harus dipersiapkan dalam beribadah haji tidak jarang disamakan dengan jihad karena dinilai sebagai amalan terbaik, sudah pasti memiliki pengaruh yang besar.
Agar haji dapat berpengaruh dalam kehidupan perlu dipahami bahwa haji bukan sekadar ibadah ritual, melainkan terkandung di dalamnya nilai-nilai rabbaniyah dalam akidah, ibadah, sosial, maupun politik yang jika dipahami dan diresapi akan menjadi point start perubahan jiwa bagi yang menjalankannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!