KHUTBAH JUMAT | Kehilangan Syukur: Dua Tanda yang Mengingatkan Seorang Muslim
Selain itu, Allah Swt juga menjanjikan bagi setiap orang yang selalu bersyukur akan ditambahkan kenikmatan dan sebaliknya, bagi yang kufur terhadap nikmat-Nya maka Allah akan memberikannya kerumitan hidup. Allah Ta’ala berfirman:
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (Qs. Ibrahim: 07).
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Pada ayat di atas, Allah menjanjikan bagi setiap orang yang bersyukur kepada-Nya akan ditambahkan kenikmatan. Adapun yang dimaksud kenikmatan di sini ialah tambahnya kenikmatan duniawi dan kenikmatan spiritual. Kenikmatan duniawi berupa rasa tenang dan positif sehingga bisa meningkatkan produktifitas seorang muslim.
Sedangkan kenikmatan spiritual berupa ketenangan dan rasa cinta kepada Allah Swt sehingga bisa meningkatkan ibadah kepada Allah Swt. Dengan memperoleh kenikmatan keduanya, seseorang akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Dalam hal ini, Syekh Nawawi Banten dalam kitab tafsir Marah Labid jilid I hal 66 menjelaskan:
وَمَزِيْدُ النِّعَمِ الْجِسْمَانِيَّةِ أَنَّ كُلَّ مَنْ كَانَ اشْتِغَالُهُ بِشُكْرِ نِعَمِ اللهِ أَكْثَرَ كَانَ وُصُوْلُ نِعَمِ اللهِ إِلَيْهِ أَكْثَرَ، وَمَزِيْدُ النِّعَمِ الرُّوْحَانِيَّةِ أَنَّ النَّفْسَ إِذَا اشْتَغَلَتْ بِمُطَالَعَةِ أَنْوَاعِ فَضْلِ اللهِ وَإِحْسَانِهِ أَوْجَبَ ذَلِكَ الْاِشْتِغَالَ تَأَكُّدَ مَحَبَّةِ الْعَبْدِ لِلهِ تعالى، ثُمَّ قَدْ يَتَرَقَّى الْعَبْدُ مِنْ ذَلِكَ الْحَالَةِ إِلَى أَنْ يَصِيْرَ حُبُّهُ لِلْمُنْعِمِ شَاغِلًا لَهُ عَنِ الْاِلْتِفَاتِ إِلَى النِّعَمِ فَالشُّكْرُ مَقَامٌ شَرِيْفٌ يُوْجِبُ السَّعَادَةَ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!