KHUTBAH JUMAT | Hari Raya Fitrah, Takwa, dan Kemanusiaan
Sedangkan makna baik memiliki arti positif dan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Kebaikan mendorong manusia untuk saling membantu, mengasihi, dan menyebarkan kedamaian. Sementara itu, makna indah adalah sesuatu yang memancarkan estetika dan kesenangan. Keindahan tidak hanya terbatas pada bentuk fisik, tetapi juga keindahan hati dan perilaku.
Dengan demikian, seseorang yang ber-idul fitri dalam arti kembali ke kesuciannya akan selalu berbuat yang indah, benar, dan baik. Ia akan menjadi pribadi yang adil, jujur, dan penuh kasih sayang. Ia juga akan menjadi pribadi yang membawa manfaat dan kebaikan bagi orang lain, serta memancarkan keindahan hati dan jiwa melalui akhlak mulianya.
Hadirin Sidang Jumat Rahimakumullah
Bagaimana kita kembali kepada kesucian? Salah satunya dengan menjalankan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh. Di bulan Ramadan, umat Islam diajarkan untuk meningkatkan ketakwaan, menahan hawa nafsu, dan memperbanyak amal shaleh. Diharapkan setelah Ramadan, manusia kembali menjadi pribadi yang suci dan bertakwa kepada Allah SWT.
Hal ini sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam Surat al-Baqarah ayat 183:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Tafsir al-Munir li Ma’alimit Tanzil, juz II, halaman 42 menyebutkan ibadah puasa merupakan latihan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!