KHUTBAH JUMAT | Hari Anak: Didiklah Anak dengan Cinta dan Iman
إِنَّ اللهَ سَائِلٌ كُلَّ رَاعٍ عَمَّا ٱسْتَرْعَاهُ، أَحَفِظَ ذَلِكَ أَمْ ضَيَّعَ؟
Artinya, "Sesungguhnya Allah akan meminta pertanggungjawaban dari setiap pemimpin atas yang dipimpinnya. Apakah ia menjaganya atau menelantarkannya?" (HR. Abu Dawud)
Imam al-Ghazali dalam Ihya' Ulumiddin menjelaskan bahwa pendidikan harus dimulai sejak dini. Anak kecil adalah jiwa suci yang siap menerima segala nilai yang ditanamkan kepadanya. Beliau menulis:
لِلطِّفْلِ أَمَانَةٌ عِندَ وَالِدَيْهِ، وَقَلْبُهُ ٱلطَّاهِرُ جَوْهَرَةٌ نَفِيسَةٌ خَالِيَةٌ مِنْ كُلِّ نَقْشٍ وَصُورَةٍ، وَهُوَ قَابِلٌ لِكُلِّ مَا نُقِشَ وَمَالَ إِلَيْهِ
Artinya, "Anak kecil adalah amanah di tangan kedua orang tuanya. Hatinya yang suci bagaikan permata yang sangat berharga, kosong dari segala ukiran dan gambar. Ia siap menerima apa pun yang ditanamkan dan akan condong ke arahnya."
Diceritakan pula dalam Hilyatul Awliya', bahwa Imam Syafi'i sudah hafal Al-Qur’an pada usia tujuh tahun. Ibunya adalah seorang janda yang tidak memiliki banyak harta, namun ia mempersembahkan perhatian, kesungguhan, dan doa yang tiada henti. Dari rumah yang sederhana, lahirlah seorang ulama besar yang keilmuannya masih kita warisi hingga hari ini. Inilah bukti bahwa pendidikan, doa, dan kasih sayang di masa kecil sangat menentukan masa depan seorang anak.
Jamaah Kaum Muslimin yang Dirahmati Allah,
Di zaman yang serba digital ini, tantangan dalam mendidik anak menjadi semakin kompleks. Tayangan yang merusak, media sosial yang tidak terkontrol, pergaulan bebas, serta krisis adab, semuanya menjadi ancaman nyata. Maka dibutuhkan kerja sama yang kuat antara orang tua, guru, masyarakat, bahkan negara untuk menjaga generasi kita.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!