KHUTBAH JUMAT | Haji dan Pesan Kesetaraan Manusia di Hadapan Allah
Umat muslim melaksanakan ibadah haji./visi.news/Kemenag.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Pada momen inilah terdapat hikmah luar biasa dari ibadah haji dan umrah yang penting kita ketahui bersama, yaitu pesan kesetaraan di hadapan Allah swt. Bayangkan, raja dan rakyat jelata menggunakan pakaian yang sama, presiden dan petani berdiri berdampingan dalam barisan yang sama dan pakaian yang sama pula.
Tidak hanya itu, orang-orang yang berkulit putih, hitam, kuning, dan yang lain berbaur menjadi satu dengan pakaian yang sama juga, sembari menyerukan kalimat talbiyah:
لَبَّيْكَ اَللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيْكَ لَكَ
Artinya, “Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan hanya milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”
Inilah salah satu hikmah terbesar yang ada dalam ibadah haji, yaitu kesetaraan manusia. Pada momen ini, tidak ada perbedaan warna kulit, tidak ada batas negara, dan tidak ada sekat antara ras, suku, budaya, mazhab, aliran, maupun jabatan. Semua lebur menjadi satu sebagai hamba Allah.
Penjelasan ini sebagaimana disampaikan oleh Syekh Muhammad Mutawalli asy-Syarawi dalam kitab Fatawa Kullu ma Yahummul Muslim fi Hayatih wa Yaumih, halaman 553:
وَفِي جَلَالِ هَذِهِ الْوَحْدَةِ تَنْصَهِرُ الْأَجْنَاسُ وَالْأَلْوَانُ وَاللُّغَاتُ، وَتَذُوبُ الْعَصَبِيَّاتُ وَالْبِيئَاتُ وَالطَّبَقَاتُ، فَلَا نَسَبَ إِلَّا إِلَى الْإِسْلَامِ، وَلَا حَسَبَ إِلَّا فِي الْإِيمَانِ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!