KHUTBAH JUMAT | Gerbang Ampunan Pendosa
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Selanjutnya, kita sudah memahami bahwa setiap manusia pasti pernah berbuat dosa. Maka, dengan demikian manusia tidak akan pernah sampai kepada derajat kesempurnaan. Karena itu Allah menyediakan ruang tobat untuk kita, agar ia dapat melihat ketulusan dan kemantapan hati kita dalam mengakui kesalahan dan dosa yang pernah kita perbuat. Sebab ketika kita secara tulus melakukan tobat, maka kita sedang mencoba memutus rantai kebiasaan maksiat dan membuka jalan baru yang lebih bersih.
Hal itu hanya bisa terjadi ketika hati benar-benar sadar bahwa hidup ini tidak layak dihabiskan dalam dosa yang sama. Maka tidak heran, jika Allah swt memberikan arahan yang jelas agar manusia tidak berputus asa dari rahmat-Nya. Dalam AL-Quran Surat Az-Zumar ayat 53–54, Allah seakan memberikan isyarat bahwa seluruh dosa, apa pun bentuk dan jumlahnya, pasti dapat diampuni oleh-Nya.
قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya.”
Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,
Dalam menjelaskan makna dari perbuatan yang melampaui batas, sebagaimana yang terkandung dalam QS. Az-Zumar ayat 53, Al-Mawardi pada kitab An-Nukat wa al-Uyun, jilid 5, halaman 131, mengatakan bahwa setidaknya ada dua pekerjaan yang dikategorikan sebagai sesuatu yang melampaui batas, yakni syirik atau menyekutukan Allah dengan selain-Nya serta melakukan dosa secara terus menerus, meski kita dalam keadaan muslim.
Maka, selaku umat Islam, kita sebagai pendosa dilarang untuk berputus asa atas rahmat Allah swt. Sebab rahmat Allah itu luas dan menjangkau segala dimensi kehidupan makhluk. Adapun kaitannya dengan semua dosa akan diampuni oleh Allah, Al-Mawardi memberikan penjelasan, bagaimana cara manusia supaya dapat diampuni. Dalam kitab yang sama dan lembaran yang sama, disebutkan:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!