KHUTBAH JUMAT | Cerdas dalam Memanfaatkan Harta
“ Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram. ” (HR. Ibnu Majah, no. 2144, dikatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani).
Ingat, jika ada yang memiliki penghasilan yang haram, kita tidak boleh memanfaatkannya. Kita harus mengeluarkan semuanya untuk selain kepentingan pribadi dan bangun masjid. Demikian dijelaskan oleh para ulama.
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah
Kedua: Prioritaskan memenuhi yang wajib, mulai nafkah dan tanggungan. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺩِﻳﻨَﺎﺭٌ ﺃَﻧْﻔَﻘْﺘَﻪُ ﻓِﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺩِﻳﻨَﺎﺭٌ ﺃَﻧْﻔَﻘْﺘَﻪُ ﻓِﻰ ﺭَﻗَﺒَﺔٍ ﻭَﺩِﻳﻨَﺎﺭٌ ﺗَﺼَﺪَّﻗْﺖَ ﺑِﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﻣِﺴْﻜِﻴﻦٍ ﻭَﺩِﻳﻨَﺎﺭٌ ﺃَﻧْﻔَﻘْﺘَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻚَ ﺃَﻋْﻈَﻤُﻬَﺎ ﺃَﺟْﺮًﺍ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﺃَﻧْﻔَﻘْﺘَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻚَ
“ Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar.” (HR. Muslim, no. 995).
Utang itu adalah tanggungan yang mesti kita bayar. Karena bila utang itu dibawa mati amatlah merugikan kita. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻧَﻔْﺲُ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﻣُﻌَﻠَّﻘَﺔٌ ﺑِﺪَﻳْﻨِﻪِ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﻘْﻀَﻰ ﻋَﻨْﻪُ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!