KHUTBAH JUMAT | Awali Tahun Baru Islam dengan Tiga Kalimat Ini
Artinya: “Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhan kalian memaklumatkan, "Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian; dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Kedua, mari tengok tahun lalu dengan Astaghfirullah. Kalimat ini merupakan wujud evaluasi dan introspeksi diri pada segala sesuatu yang telah kita lakukan di masa lalu. Perjalanan masa lalu pasti mengalami fluktuasi. Terkadang kita pernah berada pada posisi puncak yang tinggi namun pada satu masa kita pasti pernah berada pada posisi terpuruk.
Masa fluktuatif ini menjadi pengalaman berharga bagi kita untuk mempertahankan kondisi positif dan menjadi modal bagi masa depan. Sementara di sisi lain kita buang hal negatif dan berkomitmen untuk tidak mengulangi lagi di masa yang akan datang.
Introspeksi atau muhasabah adalah perintah Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Hasyr ayat 18:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Sahabat Umar bin Khattab juga berpesan:
حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوْا وَتَزَيَّنُوْا لِلْعَرْضِ الأَكْبَرِ وَإِنَّمَا يَخِفُّ الْحِسَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنْ حَاسَبَ نَفْسَهُ فِى الدُّنْيَا
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!