KHUTBAH JUMAT | Agar Ibadah Diterima Allah SWT
Lalu ada yang bertanya, “Abu Ali, apa yang dimaksud dengan paling ikhlas dan paling benar”? Ia menjawab, “Sesungguhnya amal itu, kalau dia ikhlas tapi tidak benar, maka tidak diterima. Dan kalau benar tapi juga tidak ikhlas, juga tidak diterima. Ikhlas adalah karena Allah. Dan benar adalah yang sesuai tuntunan sunnah Rasulullah.
Ibadallah,
Ibadah itu memiliki banyak ragam. Hal ini telah dijelaskan dalam Al Quran dan hadis. Ibadah yang paling agung kedudukannya dalam Islam adalah ibadah yang menjadi pokok bangunan Islam. yaitu rukun Islam yang lima. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ
“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah; menunaikan shalat; menunaikan zakat; menunaikan haji ke Baitullah; dan berpuasa Ramadan.” (HR Bukhari dan Muslim).
Ibadallah,
Semua ibadah yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah, baik itu salat, puasa, zakat, haji, dll. semua itu memiliki tiga rukun hati. Yaitu saat melakukannya harus ada rasa cinta kepada Allah, berharap pahala-Nya, dan takut akan hukuman-Nya.
Semua ibadah yang kita lakukan harus disertai ketiga hal ini sehingga kita beribadah kepada Allah itu dalam kondisi cinta kepada Allah, berharap pahala dari-Nya, dan takut akan siksa-Nya. Inilah yang Allah sebutkan dalam firman-Nya,
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!