KHUTBAH JUMAT | Agar Ibadah Diterima Allah SWT
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (Quran Adz-Dzariyat: 56)
Allahlah yang menciptakan langit dan bumi demikian juga manusia dan jin. Tujuannya adalah agar manusia mengetahui tanda-tanda kebesaran-Nya, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta keagungan dan kesempurnaan-Nya. Dialah Allah yang menciptak dan yang mengatur alam semesta. Dialah yang mengurisi semua makhluk-makhluk-Nya.
Beriman dengan ini semua dengan keimanan yang kokoh adalah sebuah kewajiban. Dan keimanan ini juga akan mendorong kita menauhidkan Allah dalam beribadah kepada-Nya. Tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
Ibadallah,
Lalu apa maksud ibadah itu sendiri? Ibadah adalah suatu istilah untuk menyebut segala sesuatu yang Allah cintai dan ridai. Baik berupa ucapan maupun perbuatan. Baik yang tampak maupun yang tidak tampak.
Karena itu, ibadah itu ada yang letaknya di hati. Seperti: rasa harap, takut, tawakkal, dll. Ada pula yang di lisan. Seperti: berzikir, membaca Al Quran, amar makruf nahi mungkar, dan semua ucapan yang baik. Ad pula ibadah anggota badan. Seperti: melakukan perbuatan taat, mengerjakan shalat, menyembelih hewan kurban, dll.
Ibadah itu mencakup seseorang mengerjakan apa yang diperintah dan juga meninggalkan yang dilarang. Meninggalkan yang diharamkan dan menjauhinya adalah bentuk ibadah. Meskipun bentuknya bisa berupa seseorang tidak melakukan apa pun. Seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!