KH Tata, "Almarhum telah membuktikan santrinya Mbah Hasyim, Insya Allah bersua dengan Hadratusysyaikh di Raudhah Barzakh"

ED
Jumat, 24 November 2023 | 05:59 WIB
Bagikan
KH Tata, "Almarhum telah membuktikan santrinya Mbah Hasyim, Insya Allah bersua dengan Hadratusysyaikh di Raudhah Barzakh"

Oleh Bambang Melga Suprayogi

INNALILAHI wainnailaihi roji’un. Kabar duka bagi seluruh kalangan warga Kabupaten Bandung, utamanya para warga Nahdliyin, atas kepergian untuk selamanya Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Bandung, Dr. KH Asep Jamaludin M.Ag, yang tutup usia, pada hari Kamis (23/11/2023).

Pertemuan terakhir penulis sebagai ketua LTN NU Kabupaten Bandung, dengan KH. Asep Jamaludin terjadi pada hari Santri, 22 Oktober 2023 lalu, di Doom Bale Rame Soreang. Pada saat itu kiai masih terlihat memang belum sepenuhnya pulih kesehatannya, bahkan sempat dipijat oleh Ketua MWCNU Katapang KH Awan Mulyono, sambil berucap, "Sebetulnya masih belum vit, tapi untuk NU, ya harus hadir di hari santri ini," tutur kiai saat itu.

KH. Asep Jamaludin, diberitakan drop kesehatannya pada Kamis (23/11/2023) pukul 03 subuh, beliaunya langsung dibawa ke Jakarta untuk mendapat penanganan medis.

Tepatnya jam 7 pagi di sana, setelah mendapat pemeriksaan medis, ternyata ia harus di rujuk ke rumah sakit jantung (RS) di Jakarta. Di RS tersebut, kiai langsung mendapat tindakan medis untuk dioperasi. Pada pukul 09.00, dan pukul 9.30 ia drop, dan langsung mendapat tindakan segera di ICU. Namun pukul 14.20 KH Asep Jamaludin akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RS Jantung Jakarta.

Innalilahi wainnailaihi roji’un, sekali lagi duka mendalam bagi warga NU kabupaten Bandung, setelah baru saja pada Minggu (15/11/2023) lalu warga NU baru saja ditinggalkan putra terbaiknya, Ketua PC Pagar Nusa KH Asep Anwar Hidayat.

"Kepulangan Almarhum Kiai Asep dari Jakarta, ditemani oleh Mang Amin, Hipdi, Heru, Fahad putra almarhum, dan umi Hj. Ai Nurjanah," tutur Bendahara PCNU Kabupaten Bandung KH Dadang Munawar.

Bupati Kabupaten Bandung H.M. Dadang Supriatna saat mendengar berita wafatnya KH. Asep Jamaludin turut merasa kehilangan yang sangat mendalam, “Beliau adalah guru saya, beliau adalah guru kita semua. Beliau bukan hanya kiai, namun beliau seorang negarawan yang selalu berfikir dan ingin berkontribusi untuk kemajuan Kabupaten Bandung," ujarnya mengenang sosok KH Asep Jamaludin.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.