KH Tata, "Almarhum telah membuktikan santrinya Mbah Hasyim, Insya Allah bersua dengan Hadratusysyaikh di Raudhah Barzakh"
Kesaksian salah seorang santrinya, Ajat Abdullah Mubarok, yang kini aktif di BAZNAS Kabupaten Bandung, Ia masih mengingat keseharian saat masih nyantri, di mana saat masih ngobong, almarhum tinggal bersama para santri di satu kobong, dan hanya terpisah kamar saja, padahal ia telah berkeluarga saat itu.
Dari hasil didikan pada para santrinya ini, kini alumni santri dari Pesantren Al Husaini, banyak yang berkiprah dan aktif menjabat sebagai pengurus NU, pengurus MUI, dan hampir semua alumni santrinya, memiliki madrasah, dan majelis taklim, bahkan memiliki pesantren.
KH Ali Imron salah seorang pengurus Tanfidziyah NU, merasa sangat kehilangan atas wafatnya Ketua Tanfidziyah KH Asep Jamaludin, "Semua warga Nahdliyin merasa kehilangan atas wafatnya beliau, namun kita harus tetap meneruskan semangat dan perjuangan beliau untuk Istiqomah memajukan NU di Kabupaten Bandung ini," ujur KH. Ali Imron yang menjabat sebagai Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung ini.
Senada dengan Sekretaris PCNU, ketua LDNU Kabupaten Bandung KH. Tata Moch Tasdik S.H menyampaikan kesan atas perjuangan KH. Asep Jamaludin ini, yang menurutnya,"Beliau telah membuktikan khidmah untuk Jam"iyyah Nahdlatul Ulama, setiap pengkaderan (PDPKPNU) meski dalam kondisi sakit, beliau hadir sampai larut malam, Almarhum telah membuktikan dirinya sebagai santri Mbah Hasyim, dan Insya Allah, beliau akan bersua dengan Hadratusysyaikh di Raudhah Barzakh, beliau adalah guru yg senatiasa rendah diri tanpa merasa dirinya sebagai tokoh besar, selamat jalan." tutur Ketua LDNU ini mengucapkan salam perpisahannya.
Hadir pada takziah malam tadi, seluruh ketua lembaga, banom, dan para kolega dari almarhum KH. Asep Jamaludin ini.
Selamat jalan Kiai, engkau telah menuntaskan perjuanganmu, tinggal kita-kita yang akan siap untuk memikul tanggung jawab, melanjutkan apa yang engkau cita-citakan, semoga Surga tempat peristirahatanmu yang terindah, kami hantar engkau dengan lantunan do'a, Al Fatihah...
- Penulis, Ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Bandung.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!